LPS: 6 BPR Gagal Selama Pandemi Tak Pengaruhi Kondisi Perbankan Keseluruhan

LPS: 6 BPR Gagal Selama Pandemi Tak Pengaruhi Kondisi Perbankan Keseluruhan
UANG | 29 Oktober 2020 16:00 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) mengklarifikasi pernyataannya yang menyebutkan terdapat tujuh bank yang gagal selama masa pandemi Covid-19.

Selama periode Januari sampai dengan Oktober 2020, terdapat 6 BPR yang dicabut izin usahanya oleh OJK. Selanjutnya, LPS melakukan penjaminan simpanan dan likuidasi terhadap 6 BPR yang dicabut izin usahanya tersebut.

"Pada tahun 2020 atau pada masa pandemi ini, tidak ada bank umum yang ditangani LPS," kata Sekretaris Lembaga LPS, Muhamad Yusron, dalam siaran persnya, Kamis (29/10).

Dia mengatakan, jumlah BPR yang ditangani LPS tahun 2020 hampir sama dengan jumlah BPR yang ditangani LPS pada tahun-tahun sebelumnya dan masih dalam tren yang wajar serta tidak membahayakan sistem perbankan.

"Proses likuidasi yang dilaksanakan LPS terhadap enam BPR tersebut tidak mempengaruhi kondisi industri perbankan secara keseluruhan," jelas dia.

Sementara, Ketua Dewan Komisioner LPS, Purbaya Yudhi Sadewa, menjelaskan bahwa kondisi perbankan masih stabil yang ditunjukkan oleh kondisi permodalan dan likuiditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga. Tekanan pada perbankan selama masa pandemi ini masih dapat dikendalikan dengan baik sehingga tidak membahayakan sistem perbankan.

Baca Selanjutnya: 7 BPR Gagal Bayar...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami