LPS: Risiko Kredit Perbankan Meningkat di Tengah Pandemi

LPS: Risiko Kredit Perbankan Meningkat di Tengah Pandemi
UANG | 23 Juni 2020 15:38 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Direktur Group Riset Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Iman Gunadi mengakui bahwa pandemi Covid-19 berdampak nyata pada perlambatan pertumbuhan ekonomi nasional. Imbasnya, profitability bank menurun, sementara risiko kredit meningkat.

"Sebelumnya di bulan pertama, credit at risk berada di 11,4 persen dan meningkat ke level 14,8 persen. Bahkan, pada bulan April 2020 mendekati angka 15 persen," kata dia dalam video conference via Zoom, Selasa (23/6).

Selain itu, pandemi Covid-19 juga memicu permasalahan lainnya yang berpotensi mengganggu kinerja sektor industri jasa keuangan di tahun ini. Yakni, kualitas kredit yang memburuk dan turunnya daya tahan likuiditas oleh perbankan.

Namun, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan nasional tergolong masih cukup tinggi. Menurutnya, hal ini terlihat dari stabilnya distribusi cakupan penjaminan di LPS sepanjang lima bulan pertama di 2020.

"Yakni pada Mei 2020, jumlah rekening yang dijamin LPS total sebesar 99,91 persen atau setara dengan 312.849.044 rekening. Sementara secara nominalnya, jumlah yang dijamin mencapai 53,08 persen dari total simpanan atau setara Rp3.320,06 triliun," ujarnya.

1 dari 1 halaman

Pulihkan Ekonomi

rev1

Oleh karena itu, dia mendorong pemerintah memaksimalkan dua cara dalam rangka memulihkan perekonomian nasional. Pertama, pengendalian pandemi lebih cepat oleh pemerintah, otoritas terkait serta seluruh elemen masyarakat.

Sedangkan, kedua ialah penerapan skema new normal atau kenormalan baru untuk pelonggaran kegiatan aktivitas sosial ekonomi masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan. Sehingga perekonomian nasional kembali pulih dan penularan Covid-19 dapat ditekan. (mdk/idr)

Baca juga:
Perbedaan Debit dan Kredit yang Perlu Diketahui, Kenali Manfaat dan Contohnya
Data OJK: Restrukturisasi Kredit Perbankan Tembus Rp655 Triliun ke 6,27 Juta Debitur
Kemenkeu: 1,25 Juta Debitur Dapat Relaksasi Kredit Rp50,6 Triliun
Bos HIPMI Ungkap Pengusaha Kecil Kesulitan Akses Relaksasi Kredit Imbas Corona
Bos BI Sebut Masih Ada Ruang Penurunan Bunga Deposito dan Kredit
Permodalan Perbankan RI Terkuat di ASEAN, tapi Potensi Kredit Macet Tinggi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami