Luhut: Kita Tidak Bisa Menghindari Ketidakpastian Global

Luhut: Kita Tidak Bisa Menghindari Ketidakpastian Global
Luhut Panjaitan. ©2019 Humas Kemenko Kemaritiman
EKONOMI | 25 Januari 2022 11:58 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Virus Corona varian omicron bukan satu-satunya ketidakpastian yang dihadapi Indonesia pada tahun ini. Berbagai tantangan global semakin kompleks dan nyata, seperti ancaman tappering off, default sektor properti di Tiongkok, hingga ancaman perubahan iklim.

"Kita tidak bisa menghindari ketidakpastian itu, kita hanya dapat menyiapkan ketahanan Indonesia," kata Menko Luhut dalam acara Indonesia Economic Outlook, Jakarta, Selasa (25/1).

Manko Luhut mengatakan, pemulihan ekonomi dan transformasi dilakukan berdampingan dengan mempertimbangkan tantangan global yang makin besar. Di sektor kesehatan, Covid-19 telah memperlihatkan pentingnya sistem kesehatan nasional dikarenakan kurangnya kapasitas RS, produksi farmasi, alkes, dan tenaga kesehatan.

"Sangat penting pemerintah fokus investasi di sektor kesehatan. Banyak negara juga fokus pada hal yang sama, karena mereka tidak mau terjebak dalam supremasi RRT dan India sebagai pusat produksi farmasi," jelasnya.

Di sektor komoditas, pemerintah fokus untuk menerapkan hilirisasi agar tidak bergantung pada ekspor bahan mentah. Sejauh ini hilirisasi dilakukan di kelapa sawit untuk B30, bijih nikel yang diproses menjadi besi baja, dan pengolahan nikel.

"Ini akan sejalan dengan perkembangan mobil listrik yang menggunakan nikel sebagai katoda baterai mobil listrik," kata Menko Luhut.

Hilirisasi dilakuakn di produk lain seperti alumunium dan petrokimia. Pada Desember 2021 telah dilakukan groundbreaking kawasan industri di Kaltara, dan ini diminati investor. Area luas dan sungai yang dapat menjadi sumber hidropower, dengan listrik hidropower akan menjadi produk rendah emisi.

"Untuk menghadapi perubahan iklim, pemerintah telah mengeluarkan Perpres 98/2021 mengenai Nilai Ekonomi Karbon. Ke depan pemerintah akan mengatur lebih dalam, sehingga pasar karbon bisa dapat terbentuk dan dapat mencapai emisi karbon sesuai dengan target emisi," tandasnya.

Baca juga:
Di Hadapan Pengusaha, Airlangga Beberkan Tantangan Ekonomi Global
Airlangga Bantah Dana PEN untuk Bangun Ibu Kota Baru
Hipmi: Pengusaha Muda Harus Bermental Pejuang
Dana PEN Masih Menjadi Tumpuan Pengungkit Ekonomi Nasional 2022
KSP Pastikan Pembangunan IKN Tidak Hambat Penanganan Covid-19
Kemenkeu Catat Indikator Ekonomi Indonesia Makin Membaik di Awal 2022

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami