Luhut Klaim Indeks PMI Manufaktur RI Lebih Baik dari AS Hingga India

Luhut Klaim Indeks PMI Manufaktur RI Lebih Baik dari AS Hingga India
Luhut Panjaitan. ©2019 Humas Kemenko Kemaritiman
EKONOMI | 7 Mei 2021 18:20 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, perekonomian Indonesia masih sangat terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Namun dibandingkan dengan Amerika Serikat, China, Inggris, Jerman, dan India, PMI dan pelayanan Indonesia lebih baik.

"Dibandingkan negara maju seperti Amerika Serikat, China, Inggris, Jerman, India, posisi Indonesia dari PMI and service ini di level yang baik," kata Luhut dalam webinar bertajuk Revitalisasi Kebijakan Ekonomi Maritim dalam Mendukung Kualitas Pemulihan Nasional, Jakarta, Jumat (7/5).

Selain itu, Indonesia juga telah melakukan penyederhanaan regulasi dan perizinan lewat Undang-Undang Omnibus Cipta Kerja. Regulasi sapu jagat ini diharapkan bisa menjadi solusi Indonesia untuk keluar dari dampak ekonomi pandemi Covid-19.

"Lewat undang-undang omnibus law cipta kerja ini diharap jadi solusi," kata dia.

Saat ini, implementasi kebijakan tersebut sudah memasuki tahap sinkronisasi antara kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Sehingga pengusaha tidak perlu lagi dipusingkan dengan sulitnya investasi di tanah air.

"Proses ini kami kawal dan secara perlahan investor menyampaikan apresiasi mereka," kata Luhut.

Terlebih, UU Cipta Kerja ini juga memberikan penguatan untuk pelaku usaha UMKM yang menjadi tulang punggu perekonomian nasional. Para pelaku UMKM telah didorong untuk masuk dalam pasar digital. Setidaknya sudah ada 13 juta pelaku UMKM yang terhubung dengan platform digital.

"Sekarang ini sudah lebih dari 13 juta onboarding, Tambah 6 juta di tahun lalu," kata dia.

Luhut berharap di tahun 2024 nanti, sudah ada 30 juta pelaku UMKM dari 64 juta yang tergabung dalam sistem digital. "Karena backbone kita ini UMKM dan ini sangat penting," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Menperin Pede Industri Manufaktur Tak Lagi Tumbuh Negatif di Kuartal II-2021
Produksi Dodol Betawi untuk Lebaran
PMI April 2021 Tertinggi Sepanjang Sejarah
Pecah Rekor, Indeks Manufaktur Indonesia Tembus 54,6
Kesulitan dan Kendala Industri Dalam Negeri Gunakan Produk Asli Indonesia
Industri Manufaktur Dinilai Terus Menurun Sejak 5 Tahun Terakhir

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami