Luhut panggil 3 menteri bahas proyek tanggul raksasa Jakarta

UANG | 9 Maret 2017 15:25 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan memanggil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) Basuki Hadimuljono guna membahas progres rencana proyek National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) atau tanggul raksasa di Teluk Jakarta.

"Kami tadi membahas update masterplan NCICD yang disusun Bappenas," kata Basuki seperti dikutip Antara, Kamis (9/3).

Dia menambahkan, Kementerian PU-Pera akan bertugas untuk menyelesaikan proyek tersebut dan juga menyelesaikan studi kelayakan tanggul laut. "Saya cuma ditugaskan untuk menyelesaikan tanggul pantai yang 20 kilometer. Sekarang kan sudah ada 4,5 km yang sedang kami kerjakan. Itu sudah harus diselesaikan tahun ini," imbuhnya.

Menurutnya, ada perbedaan mendasar antara proyek tanggul pantai dan tanggul laut tersebut. Tanggul pantai dibuat untuk bisa meredam terjadinya banjir rob akibat masuknya air laut ke permukaan tanah, khususnya wilayah Jakarta Utara.

Nantinya, pembangunan tanggul pantai sepanjang 20 kilometer akan dilakukan di titik-titik kritis, di mana akan diprioritaskan di lokasi yang terkena banjir rob. "Kami tugasnya menyelesaikan tanggul pantai itu. Titik-titik kritisnya antara lain Muara Kamal, Pluit dan Kalibaru," jelas Basuki.

Sementara itu, untuk proyek tanggul laut yang juga dikenal sebagai Giant Sea Wall (tanggul laut raksasa), Kementerian PU-Pera terlebih dahulu akan melakukan uji kelayakan. Nantinya, pemerintah akan bekerja sama dengan Korea Selatan untuk menyusun uji kelayakan, sementara Belanda akan terlibat dalam hal pembiayaan.

Seperti diketahui, proyek tanggul laut raksasa merupakan implementasi program NCICD melibatkan bantuan dua negara lain, yaitu Korea (KOICA) dan Belanda (Ministry of Infrastructure and Environment/MIE).

"Ini baru dikerjakan. Ini meneruskan masterplan Bappenas. Jadi dari masterplan lalu ke uji kelayakan," pungkasnya.


Pemerintah putuskan proyek LRT bakal dibiayai APBN dan perbankan
Menko Luhut sebut Australia siap bantu RI selesaikan kasus Montara
Menko Luhut tambah operasi Kapal Ro-ro pagi dan sore
Peringatan 75 tahun Perang Dunia II, Museum Bahari gelar pameran
Inalum sanggup ambil alih saham Freeport
Wujudkan swasembada garam 2017, dua gudang garam siap digunakan
Dubes AS puji langkah Menteri Susi cegah penangkapan ikan ilegal

(mdk/sau)