Luhut Sebut Pandemi Buat Dunia Lebih Perhatikan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi

Luhut Sebut Pandemi Buat Dunia Lebih Perhatikan Kesehatan dan Pemulihan Ekonomi
UANG | 10 Juli 2020 12:25 Reporter : Sulaeman

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, saat ini perubahan dan pergolakan dunia, dampak dari pandemi global covid-19 berlangsung sangat cepat dan dinamis. Sehingga Indonesia harus menyesuaikan berbagai dinamika tersebut.

Contohnya di sektor kesehatan, di mana pandemi ini berhasil membuka mata banyak negara, tidak hanya Indonesia yang mulai menganggap pentingnya perhatian untuk kesehatan masyarakat. Namun, tentunya dengan terfokus juga kepada pemulihan ekonomi nasional.

"Kita bangun kemandirian nasional di sektor kesehatan, dengan anggaran sebesar Rp80 triliun rupiah, antara lain akan kita gunakan untuk mendorong kemandirian tersebut. Rencananya, Uni Emirat Arab sangat berminat untuk bekerja sama dengan perusahaan Indonesia guna memproduksi vaksin, dengan rencana produksi hingga 1 juta vaksin per tahun, untuk riset dan inovasi ke depan akan ada 3 negara yang akan bekerja sama," ujar dia dalam pernyataannya, Jumat (10/7).

Luhut menjelaskan mengenai Desain Pemulihan Ekonomi Nasional, yang difokuskan kepada 3 aspek, yaitu kesehatan untuk penanganan covid-19, pemberian bantuan sosial untuk masyarakat terdampak, serta stimulus ekonomi untuk pemulihan sektor swasta. Total anggaran untuk program PEN ini adalah Rp695.2 Triliun atau 4 persen dari PDB.

Dia juga menyinggung Hilirisasi Industri nikel termasuk recycling lithium battery, yang perlu terus didorong agar Indonesia tidak tergantung pada harga komoditas produk dan masuk ke mata rantai industri dunia. Selain juga, Indonesia yang memiliki 75-80 persen Karbon Kredit Dunia, sehingga menjadikan Indonesia sebagai Super Power Carbon Credit.

Untuk itu, dia mendorong para calon Duta Besar (Dubes) setelah nantinya bertugas wajib mempunyai integritas yang tinggi. Sehingga tidak mudah didikte dan mampu mengemban tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.

"Nanti apabila Anda-anda sudah menempati pos masing-masing, dan apabila ingin menghubungi saya, jangan ragu-ragu, ini sungguh-sungguh, ini serius, dan ini bukan sekedar lip service. Apa yang bisa saya bantu pasti akan saya bantu semampu saya," tukasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Realisasi Dana PEN Sektor KUMKM per 9 Juli Capai Rp8,42 Triliun
Sri Mulyani Prediksi Pertumbuhan Semester I di Kisaran Minus 0,4 - 1,1 Persen
Menko Luhut Dorong UMKM Manfaatkan Program PEN Selamatkan Usaha di Tengah Pandemi
Sri Mulyani Beberkan Kebijakan Pemerintah Hadapi Corona
Tekan Dampak Corona, Krakatau Steel Ajukan Dana Talangan Rp3 Triliun
Terima Dana PEN Rp10 T, Bank Mandiri Garap Sektor Pendukung Padat Karya dan Pangan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami