Mabua Harley sebut tak dihargai pemerintah soal pajak 300 persen

Mabua Harley sebut tak dihargai pemerintah soal pajak 300 persen
Harley Davidson National Rally. ©REUTERS/Carlos Barria
EKONOMI | 10 Februari 2016 20:03 Reporter : Hana Adi Perdana

Merdeka.com - Kendati sudah menarik kerja samanya di Indonesia dan menghentikan bisnis sepeda motor Harley Davidson, Mabua Harley Davidson tidak menutup kemungkinan untuk kembali membuka keagenannya di Indonesia. Potensi itu bisa saja terjadi apabila ada perubahan-perubahan kebijakan yang tidak memberatkan pasar Harley Davidson di Indonesia.

"Bisa saja kita kembali tapi tidak dalam 3 tahun kedepan. Tentunya dengan perubahan kebijakan yang lebih baik. Kita kena pajak 300 persen itu gila," ujar Komisaris Utama PT Mabua Motor Indonesia Soetikno Soedarjo di Mabua Cafe, Jakarta, Rabu (10/2).

Dia menegaskan Mabua Motor Indonesia merasa kurang mendapat apresiasi dari pemerintah atas kontribusi selama ini. Dia berharap pemerintah bisa lebih bijak lagi dalam menetapkan tarif bea masuk serta pajak terkait importasi dan penjualan motor besar.

"Kita padahal menciptakan lapangan kerja disini. Kontribusi kita juga 60 persen pajak kita masuk ke pemerintah dari harga total penjualan Harley," kata dia.


Mabua Harley Davidson tutup operasi di Indonesia, ini penyebabnya
Beli komponen Harley Davidson dapat potongan harga hingga 70 persen
Kebijakan pemerintah jadi penyebab tutupnya Mabua Harley Davidson
Curhat Bos Mabua soal tutupnya Harley Davidson di Indonesia
Bos Harley Davidson Indonesia: Saya sedih 500 karyawan harus di-PHK

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami