Mampukah Kehadiran Ahok Kerek Kinerja BUMN?

UANG | 20 November 2019 16:52 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah membuat gebrakan dengan mengajak sejumlah tokoh untuk bergabung di tubuh BUMN. Yang Paling Kontroversial, yakni Basuki Tjahaja Purnama, dan baru-baru ini mantan Komisioner KPK Chandra Hamzah juga dipanggil Erick Thohir.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan, dampak kehadiran figur-figur tersebut terhadap kinerja BUMN masih perlu waktu. Sebab, harus diketahui secara pasti di mana mereka ditempatkan.

"Karena kan posisi dia itu di BUMN akan menentukan perannya, kontribusinya dia, jadi komisaris atau direksi itu totally different," ujar dia, di Jakarta, Rabu (20/11).

Misalnya sosok Ahok, menurutnya Ahok tidak dapat menjadi satu-satunya jaminan bahwa kinerja BUMN pasti terkerek.

"Seorang Ahok ditempatkan di BUMN, mungkin juga tidak akan mengubah BUMN secara keseluruhan. Yang bisa mengubah BUMN secara keseluruhan ya Kementerian BUMN itu sendiri, bukan seorang direksi. Jadi, dia akan jadi sarana atau alat bagi kementerian BUMN untuk mencapai arah tujuannya," lanjut dia.

Dia pun mengharapkan Erick Thohir lebih transparan dalam mengkomunikasikan kebijakannya. Dengan demikian, masyarakat mendapat informasi yang jelas.

"Kalau seandainya, Pak Erick Thohir melihat BUMN ini tidak efisien banyak korupsi, arah saya pembersihan, meningkatkan efisiensi, memberantas korupsi, makanya saya tempatkan orang-orang yang seperti Ahok, Chandra Hamzah, jadi jelas arahnya. Tapi sekarang ini kan kita belum tahu arahnya seperti apa kita belum tahu," tandasnya.

1 dari 2 halaman

Chandra Hamzah Dipanggil Erick Thohir

Menteri BUMN Erick Thohir memanggil mantan Komisioner KPK Chandra Hamzah pada Senin (18/11). Pertemuan dilakukan di ruang kerja Erick Thohir Gedung Kementerian BUMN lantai 19, Jalan Merdeka Selatan.

Pertemuan berlangsung sekitar dua jam mulai sekitar pukul 08:30 WIB hingga sekitar pukul 10:30 WIB. Usai bertemu dengan Erick Thohir, Chandra Hamzah mengatakan topik pembicaraan yang dibahas terkait dengan BUMN.

"Ngobrol-ngobrol tentang BUMN, bagaimana memperkuat, memperbaiki dan meningkatkan kinerja BUMN," kata Chandra Hamzah dikutip dari Antara.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, Chandra Hamzah direncanakan mengisi salah satu posisi direksi BUMN di sektor keuangan, lebih tepatnya Bank BUMN.

"Beliau akan ditempatkan di perusahaan BUMN, dipastikan seperti itu. Posisinya apakah di direktur atau komisaris, tunggu tanggal mainnya. Sektornya keuangan," kata Arya di Kementerian BUMN, Senin (18/11).

2 dari 2 halaman

Panggil Banyak Tokoh Lagi

Secara terang-terangan, Arya mengaku, Erick Thohir tidak akan berhenti di sini. Dirinya bakal mengundang banyak orang ataupun tokoh masyarakat untuk ditawari menjadi pimpinan BUMN.

Mengingat misi BUMN adalah membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, nantinya, sosok pemimpin BUMN ini dipastikan akan memiliki integritas yang tinggi.

"Chandra Hamzah ini bisa mendorong perusahaan untuk mendukung visi misi pak Jokowi. Jokowi punya visi misi tertentu di bidang itu dan beliau akan menempati itu dan mempercepatnya," kata Arya.

"Kita harapkan nanti perusahaan ini di publik akan semakin baik imagenya. Akan banyak investor yang ikutan masuk," tambah dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Pembentukan Holding BUMN Infrastruktur Terancam Gagal, Ini Alasannya
Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Diharap Lebih Transparan
Sandiaga Uno Tegaskan Tak Ada Tawaran Jadi Direksi BUMN
Menteri Erick Thohir Sentil Gaya Hidup Mewah Bos BUMN Saat Perusahaan Rugi
Sandiaga Ingatkan Menteri Erick Thohir Waspadai Utang BUMN
Staf Khusus Menteri BUMN: Erick Thohir Ingin Pemimpin BUMN Berakhlak Baik