Ma'ruf Amin Ingin Wujudkan Kedaulatan Pangan Dalam 5 Tahun ke Depan

UANG | 21 September 2019 16:30 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden RI terpilih, Ma'ruf Amin, berharap agar Indonesia bisa menciptakan kedaulatan pangan dalam 5 tahun ke depan. Sehingga negara tidak perlu lagi bergantung terhadap impor dari negara lain.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengatakan, dirinya ingin mengubah arus lama perekonomian yang melahirkan konglomerasi. Menurutnya, skema tersebut menciptakan kesenjangan.

"Makanya harus dibalik, sekarang pembangunan dari bawah. Tapi bukan membenturkan dari bawah ke atas, tapi kolaborasi agar saling menguatkan bukan saling mematikan. Sehingga ekonomi nasional bisa lebih kuat lagi," ujar dia dalam acara Gerakan Nasional Kedaulatan Pangan yang diinisiasi MUI di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (21/9).

Dia mengungkapkan, Indonesia merupakan sebuah negara agraris yang bergantung terhadap hasil sumber daya alamnya. Namun, dia mengaku ironis lantaran pemerintah saat ini masih banyak mengimpor pangan dari negara lain.

"Ini anomali kalau subur tapi impor. Pangan kebutuhan dasar manusia utama. Hak asasi manusia yang dijamin dalam UUD 45. Negara wajib wujudkan ketersediaan dan kecukupan pangan, baik di tingkat nasional maupun daerah," serunya.

"Sebagai negara dengan jumlah penduduk besar dan sumber daya alam dan pangan beragam, Indonesia (seharusnya) bisa memenuhi kebutuhan pangan secara berdaulat dan mandiri," dia menegaskan.

Oleh karenanya, dia menambahkan, MUI mendukung tekad pemerintah menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045. "Bahkan MUI berharap, Indonesia bisa memiliki kedaulatan pangan dalam 5 tahun ke depan. Ini harus berjuang keras. Ini bisa diwujudkan lewat gerakan nasional kedaulatan pangan yang kita lakukan sekarang," ungkap dia.

Hal lain yang tak bisa dipisahkan yakni terkait tingkat kesejahteraan petani. Menurut Ma'ruf Amin, kedaulatan pangan juga harus beriringan dengan para petani yang makmur dan sejahtera.

"Itu merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Sudah saatnya Indonesia berdaulat pangan di negerinya sendiri. Petani-petani kita makmur sejahtera karena hasil produksi melimpah, dan itu juga bisa meningkatkan devisa serta menjaga harga pangan di dalam negeri," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Menteri Susi Tegaskan Pentingnya Ketersediaan Bahan Pangan di Indonesia
Kabupaten Bogor Siapkan Tiga Kecamatan sebagai Lumbung Padi Dunia
Menteri Susi Sebut Energi dan Pangan akan Jadi Pemicu Perang
Indonesia Butuh Kebijakan Pro Petani dan Perdagangan untuk Capai Kedaulatan Pangan
OSO Serukan Hentikan Impor: Petani Sejahtera, Negara Aman Sentosa
Indonesia Ekspor 15.000 Ton Pangan Segar ke 29 Negara di Semester 1-2019
Strategi Kementan Jadikan RI Penyalur Pangan Terbesar di Dunia

(mdk/bim)