Ma'ruf Amin Minta Pengembang Perumahan Perhatikan Ketersediaan Air Bersih

UANG | 15 Februari 2020 12:45 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap, para pengembang tidak hanya memperhatikan konsep hunian. Terpenting kata dia, untuk membangun rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau non-MBR harus memperhatikan ketersediaan air bersih.

"Pesan penting juga yang perlu kami sampaikan, adalah kami meminta kepada para pengembang perumahan, baik untuk MBR maupun non MBR, haruslah memperhatikan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi yang baik dalam pembangunan rumah," kata Ma'ruf Amin saat Pembukaan Pameran Indonesia Properti Expo 2020 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2).

Dia menjelaskan ketersediaan air bersih dan sistem sanitasi dapat berpengaruh banyak hal. Salah satunya jika tidak diatasi dapat menyebabkan stunting.

"Kita tekan bersama angkanya untuk kebaikan generasi yang akan datang. Stunting kita 27 lebih, jadi ini targetnya cukup ambisius. Termasuk program penyediaan rumah. Sehingga memperkecil stunting," ungkap Ma'ruf.

Dia juga menegaskan kepada pihak Bank Tabungan Nasional (BTN) agar tidak mencairkan kredit kepada pengembang. Sebelum air bersih dapat berfungsi dengan baik.

"Saya meminta kepada Bank BTN, agar jangan mencairkan kredit kepada pengembang, sebelum air bersih dan sistem sanitasi dipastikan cukup dan berfungsi dengan baik," tegas Ma'ruf Amin.

1 dari 1 halaman

Minta Pengusaha Tingkatkan Daya Saing

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta kepada para pengusaha properti agar tetap meningkatkan daya saing. Walaupun saat ini dunia masih diterpa virus Corona yang masih belum selesai.

"Menyadari hal tersebut, untuk tetap meningkatkan kinerja sektor properti, Pemerintah telah melakukan berbagai hal," kata Ma'ruf Amin saat Pembukaan Pameran Indonesia Properti Expo 2020 di JCC, Senayan, Jakarta, Sabtu (15/2).

Kemudian kata dia, pemerintah juga telah melakukan beberapa hal untuk memperlacar para pengusaha. Yaitu dengan upaya menyusun rancangan Undang-undang Omnibus Law.

"Dengan Undang-Undang ini, diharapkan perizinan, termasuk didalamnya izin membangun perumahan, dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih murah, dan lebih mudah," ungkap Ma'ruf.

Selain itu, Ma'ruf juga menjelaskan pihaknya terus mendorong instansi-instansi untuk memberikan perizinan. Cara yang lebih mudah yaitu dengan daring.

"kami harapkan dapat meminimalkan potensi timbulnya pungli akibat banyaknya proses tatap muka yang terjadi dalam perizinan," ungkap Ma'ruf.

Diketahui dalam acara tersebut juga dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR Sofyan Djalil, Komisaris Utama Bank BTN, Chandra Hamzah. (mdk/did)

Baca juga:
Pengembang ALSA Tawarkan Perumahan di Bekasi, Harga Rp400 Juta-an per Unit
9 Cara Mudah dan Unik untuk Dekorasi Kamar Tidur
Ekspansi ke Kota Besar, Platform RoomMe 'Revolusi' Bisnis Kost Tradisional
BP Tapera Diingatkan Tak Meniru Praktik Jiwasraya dan Asabri
Paramount Land Tawarkan Ruko Arcadia Grande Serpong, Harga Rp990 Juta
Beri Bunga 7,8 Persen, Obligasi Lippo Karawaci Kelebihan Permintaan 2 Kali Lipat
Peminat Apartemen Crown Group Melonjak, 10 Persen Orang Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.