Masih Dibangun, Operasional Tol Cisumdawu Mundur Jadi September 2021

Masih Dibangun, Operasional Tol Cisumdawu Mundur Jadi September 2021
UANG | 7 Juli 2020 14:36 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) baru dapat mulai beroperasi pada September 2021. Sebab, pembangunan jalan Tol Cisumdawu masih terhambat masalah pembebasan lahan.

"Kendalanya pembebasan lahan. Kalau pendanaan oleh investor, tidak ada masalah, karena sudah dukungan pemerintah," ujar Basuki usai rapat bersama Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (7/7).

Menurut dia, Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah meminta Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) untuk segera menyelesaikan masalah pembebasan lahan ini. Basuki menyebut persoalan bukan hanya harga tanah, namun juga ada masalah regulasi dan hukum.

"Jadi nanti ada tindakan dari ATR. Semua kewenangan dan tanggung jawab tanah ada di ATR," kata dia.

Dia menjelaskan tol Cisumdawu akan membentang sepanjang 60 kilometer, di mana 27,62 kilometer dikerjakan dengan dukungan pemerintah. Saat ini, konstruksi pembangunan jalan Tol Cisumdawu sudah mencapai 81,6 persen.

"Cisumdawu, itu panjangnya 60km totalnya, terdiri dari dukungan pemerintah 27,62 km, sekarang progressnya 81,6 persen konstruksinya. Tanahnya 91,23 persen, ini seluruhnya akan diselesaikan targetnya oprasional September 2021," kata Basuki usai mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Sementara untuk seksi 3 Basuki menjelaskan sudah mencapai 95,76 persen. Sedangkan untuk seksi 4,6,dan 6 sepanjang 29,17 kilometer hingga saat ini masih dikerjakan. Kurang lebih kata Basuki baru 5 persen lantaran masih ada hambatan.

"Yang seksi 6 ada tanah perhutani yg sudah bisa dikerjakan sehingga progress konstruksinya 5 persen, taregtnya selesai september 2021. Kendalanya pembebasan lahan," imbuhnya.

Sebelumnya diketahui Basuki menargetkan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) dapat selesai pada akhir tahun 2020. Tol Cisumdawu dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). Dari enam seksi, Seksi 1 dan 2 yang dikerjakan oleh Pemerintah sebagai dukungan meningkatkan kelayakan investasi dan Seksi 3-6 dikerjakan oleh PT Citra Karya Jabar Tol (CKTJ) selaku investor.

Progresnya hingga 16 September 2019, untuk Seksi 1 Cileunyi-Ranca Kalong sepanjang 10,5 kilometer telah rampung 47,7 persen, Seksi 2 Cileunyi-Sumedang sepanjang 17,9 Km untuk fase I sepanjang 7,2 Km telah rampung 100 persen dan fase II sepanjang 10,7 Km sudah 71,1 persen. Sementara untuk porsi investor, Seksi 3 dari Sumedang-Cimalaka sepanjang 4 Km sudah 80 persen dan Seksi 4-6 masih dalam proses pembebasan lahan.

1 dari 1 halaman

Pembebasan Lahan Segera Diselesaikan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau agar persoalan pembebasan lahan serta pengembalian dana talangan tanah tidak jadi hambatan untuk proyek pembangunan infrastruktur. Salah satunya pembangunan jalan Tol Cisumdawu(Cileunyi-Sumedang-Dawuan) tidak kunjung rampung akibat persoalan administrasi.

"Pembangunan jalan tol Cisumdawu. Ini jalan tol penting sekali tapi terhambat. Saya melihat ada proses pembebasan lahannya yang terhambat. kemudian pengembalian dana talangan tanah juga terhambat karena urusan administrasi," kata Jokowi saat rapat terbatas terkait Percepatan Pembangunan PSN Jalan Tol Trans Sumatera dan Tol Cisumdawu di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (7/7).

Tidak hanya kali ini saja kata Jokowi. Dalam beberapa proyek infrastruktur pun mengalami kendala yang sama. Namun tidak ada persoalan yang permanen. Dia pun meminta agar peraturan dibuat lebih sederhana dan ringkas agar tidak menghambat.

"Kita alami dan tidak ada penyelesaian secara permanen. penyelesaiannya secara kasus per kasus. Tidak kita buat regulasi yang sederhana, yang ringkas, yang cepat. sebetulnya solusinya itu," ungkap Jokowi.

Sebab itu dia meminta agar Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan A.Djalil mencari solusi tersebut. Tidak hanya itu, Jokowi juga minta pada Sofyan dan Menteri Keuangan, Sri Mulyani untuk membuat aturan teknis terkait proyek tersebut.

"Ini saya minta segera diselesaikan, dirampungkan semuanya. Kita butuh percepatan karena ini akan menyangkut juga bandara Kertajati," tegas Jokowi.

Reporter: Lizsa Egeham

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Jokowi Keluhkan Proyek Tol Cisumdawu Terhambat Karena Pembebasan Lahan
Percepat Pembangunan Tol Cisumdawu, Pemerintah Tambah Pendanaan Kontraktor Lokal
Indahnya Tol Cisumdawu, di Atasnya Ada Jalan Berkelok dan Tembus Gunung
Pemerintah Target Tol Cisumdawu Berfungsi Operasional Lebaran 2020
Tol Cisumdawu Bakal Miliki Terowongan Terpanjang di Indonesia
Saat Tol Cisumdawu Beroperasi, Bandung-Kertajati Cuma Butuh Waktu 45 Menit

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami