Maskapai Asing Masuk ke RI Dinilai Tak Ampuh Tekan Harga Tiket Pesawat

UANG | 11 Juni 2019 17:31 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan, rencana pemerintah untuk mendatangkan maskapai asing ke Indonesia tidak akan berdampak signifikan pada turunnya harga tiket pesawat. Menurutnya, saat ini harga tiket pesawat terbang di Indonesia termasuk murah, apalagi jika dibandingkan dengan negara-negara lain.

"Kita lihat harga tiket ini kan ada hitung-hitungannya, biaya operasi maskapai penerbangan, cost per seat per km biaya angkut per kursi per km. Indonesia sekarang ini untuk full service seperti Garuda dan Batik itu hanya Rp1.800 rupiah," kata Alvin saat dihubungi Merdeka.com, Selasa (11/6).

"Itu kalau dibandingkan dengan negara-negara lain kita ini kalau dari rentang 1 sampai 10 terendah dan termahal, kita ini pada kisaran 3 atau 4. (Terendah?) Iya. Itu menengah rendah kan, bukan menengah mahal, terus mau diturunkan sampai seberapa lagi?," imbuh dia.

Dia pun tidak yakin dengan masuknya maskapai asing, harga tiket pesawat akan lebih murah. Sebab maskapai tersebut tentu menggunakan rumus perhitungan bisnis yang kurang lebih sama dengan yang dilakukan maskapai domestik.

Sebagai contoh, urai Alvin, jika maskapai asing memutuskan untuk menggunakan SDM dari luar negeri, baik pilot maupun awak kabin, maka tentu biaya produksi akan mahal. Hal tersebut tentu akan berdampak pada harga tiket yang juga tidak murah.

"Kalau asing masuk apa akan menggunakan pilot asing atau pilot lokal? awak pesawatnya, awak kabinnya mau asing apa lokal? Memang pilot asing lebih murah daripada pilot Indonesia? (lebih mahal?) ya jelas. bagaimana pun tenaga kerja expatriat itu lebih mahal," paparnya.

"(Biaya produksi mahal?) Iya, bagaimana mau lebih murah. Saya jamin nggak mungkin lebih murah," tegas dia.

Menurut dia, yang saat ini terjadi adalah masyarakat 'terkejut' ketika harga tiket kembali normal. Sebab di masa lalu, masyarakat menikmati harga tiket murah karena adanya diskon dari maskapai.

"Kalau ini saya melihat bukan soal mahal. Ini soal konsumen ini kaget. Kemarin-kemarin dapat harga bantingan sekarang disuruh bayar harga beneran," tandasnya.

Baca juga:
Pemerintah Tak Bakal Buru-buru 'Impor' Maskapai Asing
Saudia Airlines Tolak Berangkatkan Jemaah Haji dari Bandara Kertajati
Mengupas Rencana 'Impor' Maskapai Asing Tekan Harga Tiket Pesawat
Menhub Budi Sebut Pengoperasian Maskapai Asing Beri Peluang Reformasi
Kemenhub Sebut Maskapai RI Tengah Rugi, Begini Saham AirAsia dan Garuda
Harga Tiket Pesawat Mahal, Maskapai Kurangi Operasi Armada Saat Mudik

(mdk/azz)