Masyarakat Diminta Tak Beli Rokok Elektrik Tanpa Pita Cukai

UANG | 22 November 2019 16:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) mengingatkan pengguna rokok elektrik untuk tidak membeli produk vape dari produk yang sumbernya tidak jelas seperti pasar gelap (black market). Sehingga masyarakat diharapkan membeli produk vape hanya melalui jalur resmi.

"Kami dari asosiasi, selalu mendorong konsumen kami untuk hanya menggunakan cairan vape yang dibeli secara resmi dan memiliki pita cukai," kata Ketua Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Aryo Andrianto di Jakarta, Jumat (22/11).

Dia menjelaskan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sendiri telah mewajibkan semua produk vape agar bebas dari bahan-bahan narkotika dan psikotropika. Ditjen Bea Cukai juga mengharuskan pemilik produk untuk setuju bahwa setiap pelanggaran akan berakibat pada pencabutan penerbitan pita cukai oleh Ditjen Bea Cukai, atau dalam kata lain, produk tersebut akan dianggap ilegal.

Menurut Aryo, peredaran produk-produk black market berpotensi merugikan seluruh industri rokok elektrik dan menciptakan stigma yang keliru di masyarakat.

Sebagai contoh, lanjut dia, ada online marketplace dari China yang menjual ribuan produk rokok elektrik tiruan dalam jumlah besar. Beberapa penjual bahkan menyertakan video yang menunjukkan cara memasukkan e-liquid yang juga tiruan.

Beberapa kasus seperti ini berakhir dengan dilayangkannya tuntutan hukum dan pengaduan pelanggaran paten terhadap puluhan pembuat rokok elektrik palsu.

1 dari 1 halaman

Kewajiban Pemasangan Pita Cukai

Di Indonesia, kewajiban untuk memasang pita cukai pada vape dan produk tembakau alternatif lainnya telah diterapkan untuk menghindari dan meminimalkan distribusi produk vape ilegal.

Aryo mengatakan bahwa asosiasi sangat menghargai upaya yang dilakukan oleh pemerintah ini dan konsistensi sangat penting guna menciptakan iklim bisnis yang kondusif dan mendukung pertumbuhan industri.

"Pada 2018 sendiri, industri rokok elektrik berpotensi menyumbang Rp106,6 juta dari pajak cukai. Kami optimis bahwa Bea Cukai akan menyambut baik kontribusi ini dan seluruh pihak akan terus mendukung pertumbuhan industri rokok elektrik," tandasnya.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Filipina akan Larang Vape, Duterte Ancam Tangkap Pengguna
Apple Berantas Semua Aplikasi Vaping di App Store
DPR Minta BPOM Lakukan Kajian Sebelum Larang Rokok Elektrik
Pemerintah Diminta Libatkan Pengusaha dalam Revisi Aturan Produk Tembakau
Pemerintah Belum Sepakati Revisi PP Terkait Produk Tembakau
Produk Penyumbang Emisi CO2 dan Pemicu Obesitas Bakal Kena Cukai