Masyarakat Tak Belanja Baju Baru di Lebaran 2020, Industri Tekstil Tertekan

Masyarakat Tak Belanja Baju Baru di Lebaran 2020, Industri Tekstil Tertekan
UANG | 21 April 2020 17:35 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang menyebut bahwa pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp110 triliun dalam program jaringan sosial guna menjaga daya beli masyarakat menjelang Lebaran 2020. Dia mengakui, pandemi corona kali ini akan memukul daya beli masyarakat. Di tambah lagi, pemerintah telah memutuskan untuk melarang mudik Lebaran.

"Kami duga bahwa penyerapan pasar dan masyarakat terhadap produk-produk yang dihasilkan dalam negeri di Lebaran tahun ini akan berbeda dengan Lebaran pada tahun-tahun sebelumnya. Kita sudah mengetahui bahwa pemerintah sudah memutuskan untuk pelarangan mudik," kata Agus dalam acara Ngopi digital, Selasa (21/4).

Menurutnya, pelarangan mudik akan berpengaruh terhadap penyerapan produk industri dalam negeri. Salah satunya yaitu ke industri garmen atau tekstil. Saat pandemi in, masyarakat tidak ada yang mudik dan melakukan silaturahmi, maka kemungkinan besar masyarakat tidak akan belanja atau membeli baju baru.

Melihat fakta ini, sudah bisa dipastikan bahwa berpengaruh terhadap produsen dalam negeri. Pemerintah katanya harus siap dengan kenyataan bahwa bakal ada penurunan penyerapan produk industri dalam negeri.

"Memang ada market yang secara instan bisa kita create, ini yang dilakukan pemerintah dengan menganggarkan Rp110 triliun untuk program jaringan pengaman sosial, tentu program ini intinya bagaimana kita mendukung agar daya beli masyarakat tetap terjaga," jelasnya.

Baca Selanjutnya: Industri Makanan Diuntungkan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami