Mau 'Impor' Maskapai Asing, Pengamat Ingatkan Jokowi Soal Kedaulatan Negara

UANG | 12 Juni 2019 10:14 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Pengamat penerbangan, Alvin Lie mengatakan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi kesempatan bagi masuknya maskapai asing bertentangan dengan aturan. Rencana tersebut bertentangan dengan azas cabotage (kedaulatan negara) dan UU Nomor 1 Tahun 2009.

Sesuai dengan azas cabotage dan UU 1/ 2009 tentang Penerbangan, kepemilikan saham asing dalam perusahaan yang bergerak dalam bisnis angkutan udara adalah maksimal 49 persen.

"Silakan simak UU nomor 1 tahun 2009 tentang penerbangan pasal 108. Kemudian Perpres 44 tahun 2016 tentang bidang investasi yang ditutup atau terbuka dengan persyaratan, itu di lampiran 3 itu ada di sana," kata dia kepada merdeka.com, Selasa (11/6).

Sejauh ini tidak ada negara yang mengizinkan maskapai asing melayani rute domestik. Amerika yang dikenal sebagai negara liberal sekalipun tidak mengizinkan hal demikian. Kalau pun ada maskapai asing yang beroperasi, maka maskapai tersebut harus berbadan hukum Indonesia.

"Kalau mengizinkan maskapai asing melayani rute domestik berarti pemerintah telah menggadaikan kedaulatan kita. Negara mana pun di dunia termasuk Amerika yang paling liberal itu tidak mengizinkan maskapai asing melayani rute domestiknya. Kalau (rute) internasional silakan. Kalau domestik coba negara mana yang mengizinkan? Tidak ada satu pun negara yang mengizinkan," paparnya.

Sebagai contoh, Alvin menyebut Air Asia. Maskapai asal negeri Jiran tersebut dapat beroperasi di rute domestik Indonesia lantaran berbadan hukum Indonesia dengan porsi kepemilikan Indonesia lebih besar.

"Airasia kan Airasia Indonesia beda, badan hukumnya Indonesia. Itu beda sama airasia di Malaysia. Seperti juga Thai Lion. Namanya Lion, tapi pemiliknya mayoritas Thailand. Batik Malaysia memang manajemennya dari Indonesia tapi pemiliknya mayoritas Malaysia juga," tandasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) berencana untuk akan mengundang maskapai asing untuk membuka rute domestik, sehingga konsumen nantinya bisa memiliki lebih banyak pilihan. Selain itu, maskapai juga semakin efisien, sehingga berdampak terhadap harga tiket pesawat yang semakin terjangkau. (mdk/idr)

Baca juga:
Luhut Akui Maskapai Penerbangan RI Alami Kerugian
JK Sebut Maskapai Asing Bukan Solusi Turunkan Harga Tiket Pesawat
Iklim Bisnis Penerbangan RI Dinilai Belum Menarik Minat Maskapai Asing
Maskapai Asing Masuk ke RI Dinilai Tak Ampuh Tekan Harga Tiket Pesawat
Pemerintah Tak Bakal Buru-buru 'Impor' Maskapai Asing
Saudia Airlines Tolak Berangkatkan Jemaah Haji dari Bandara Kertajati
Mengupas Rencana 'Impor' Maskapai Asing Tekan Harga Tiket Pesawat

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.