Mau Jadi Masinis Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Penuhi Syarat Ini

Mau Jadi Masinis Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Penuhi Syarat Ini
13 Terowongan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berhasil Ditembus. ©Liputan6.com/Herman Zakharia
EKONOMI | 21 Juni 2022 20:24 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi mengatakan, syarat untuk menjadi masinis kereta cepat Jakarta-Bandung harus memiliki pengalaman menjalankan kereta api konvensional atau kereta rel listrik (KRL) sejauh 100.000 kilometer.

"Masinis yang akan menjadi peserta pelatihan health and safety representatives (HSR) itu harus masinis yang memiliki pengalaman 100.000 kilometer mengendarai kereta api konvensional atau KRL," kata Dwiyana saat meninjau pengerjaan proyek tunnel 2 di Purwakarta, Jawa Barat, dikutip Antara, Selasa (21/6).

Dwiyana menjelaskan, apabila memperkerjakan masinis baru memerlukan waktu pendidikan hingga 18 bulan, sedangkan jika memperkerjakan masinis berpengalaman dari KAI hanya perlu waktu 8 bulan untuk pendidikan. Untuk itu, KCIC kemungkinan tidak akan merekrut masinis baru, sehingga meminta kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk membantu menyediakan masinis bagi kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut.

"Dengan cara itu, kita bisa bayangkan dari semula pendidikannya harus memakan waktu 18 bulan, itu cukup delapan bulan," imbuhnya.

Saat ini, kemajuan investasi proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah mencapai 84 persen, sedangkan progres fisik telah 76 persen. Pada November 2022, KCIC akan melakukan tes dinamis untuk menguji coba electric multiple unit (EMU). Rangkaian EMU ditargetkan datang di Indonesia pada September mendatang. Adapun target operasi secara komersial masih di Juni 2023.

Proyek terowongan terpanjang kereta cepat Jakarta-Bandung berupa tunnel 2 di Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, telah rampung yang menandakan 13 terowongan kini telah tersambung per 17 Juni 2022 lalu. Sebelumnya, pengerjaan tunnel 2 sepanjang 1.040 meter itu menjadi salah satu titik konstruksi yang mempunyai tantangan tinggi karena berada di tanah lempung atau clay shale.

Jenis tanah tersebut mempunyai karakteristik yang mudah lapuk apabila terekspos saat penggalian, sehingga berpotensi menimbulkan pergerakan konstruksi timbunan maupun jalan yang terdapat di atasnya. "Hari ini bertepatan dengan ulang tahun Presiden Jokowi, tentunya kemajuan proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung menjadi kado terindah untuk beliau," tandasnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Proyek Terowongan Terpanjang Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rampung
Girder Kereta Cepat Nyaris Sundul Pengendara di Bekasi, Begini Penampakannya
Kondisi Box Girder Kereta Cepat Melintang di Jembatan Antelope Bekasi
Pekerja Asing Tangkap Pencuri Besi Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung
Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Capai 83,19 Persen
Intip Produksi Bantalan Rel Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini