Mayoritas UMKM RI Masih Berada di Kelas Mikro

Mayoritas UMKM RI Masih Berada di Kelas Mikro
Menkop dan UKM Teten Masduki. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 10 Juni 2022 17:52 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - UMKM merupakan sektor yang amat berperan penting bagi perekonomian Indonesia, sebab sektor ini berkontribusi sebesar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Selain itu, 64 juta pelaku UMKM ini juga mampu menyerap 97 persen tenaga kerja Indonesia.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengatakan, di era digital saat ini, UMKM memiliki banyak tantangan untuk berkembang dan berdaya saing. Tantangan digitalisasi UMKM meliputi infrastruktur, literasi digital serta kapasitas dan kualitas produksi.

"Untuk mengembangkan ekosistem UMKM perlu adanya sinergitas dari berbagai pihak. Ekosistem UMKM yang tangguh yaitu ekosistem yang terhubung dari hulu ke hilir, adanya akses pembiayaan, offtaker, menggunakan teknologi sehingga memiliki bargaining position yang kuat," ujar Teten di Jakarta, Jumat (10/6).

Selain itu, untuk memperkuat ekosistem tersebut perlu percepatan transformasi UMKM yang dilakukan melalui pendekatan holistik mulai dari hulu, supply, proses, hingga hilir atau demand.

Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN Loto S Ginting menuturkan, tantangan lainnya di sektor UMKM adalah sebagian besar UMKM masih berada di kelas mikro. Sehingga mereka perlu naik kelas agar kontribusinya terhadap ekonomi dan kesejahteraan semakin meningkat.

"Nah inilah yang menjadi tantangan kita bersama hingga memang seluruh pihak bersama-sama mengembangkan UMKM agar UMKM yang struktur besarnya di kelas mikro bisa naik kelas," katanya.

Kementerian BUMN juga turut dalam pengembangan UMKM dan sudah mulai dengan beberapa aksi dan program yang dilakukan di antaranya program pelatihan UMKM naik kelas untuk meningkatkan keterampilan, kapasitas dari UMKM.

"Dan juga kami sudah memiliki jaringan melalui rumah BUMN di 34 provinsi yang bisa dimanfaatkan UMKM yang ingin naik kelas, modern, go digital dan menuju tahapan go ekspor," jelasnya.

2 dari 2 halaman

BUMN Dukung Penyediaan Modal

Pada September 2021, pemerintah juga sudah meluncurkan Holding Ultra Mikro di mana sudah diintegrasikannya BUMN yang melayani UMKM mikro seperti BRI, PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

"Ke depan melalui Holding Ultra Mikro, para usaha kecil bisa mendapat akses pembiayaan dan layanan keuangan lebih luas lagi. Saat ini tercatat pada kuartal I-2022 sudah sekitar Rp483,5 triliun kredit UMKM yang disalurkan di mana 75 persennya merupakan KUR," jelasnya.

Bak gayung bersambut, para BUMN, perusahaan swasta, dan komunitas pelaku usaha juga menyadari peran besar UMKM dan mendukung sinergitas untuk memajukan UMKM di Indonesia. Misalnya, PNM yang memberikan akses pembiayaan dan pendampingan usaha bagi UKMK mikro yang tidak tersentuh layanan perbankan (unbankable).

Direktur Operasional PMN Sunar Basuki mengungkapkan, sejumlah pendampingan usaha diberikan PNM cukup lengkap seperti pembentukan mental usaha, penerapan teknologi tepat guna, studi banding, pameran usaha, klasterisasi dan banyak pelatihan produktif lainnya.

"Inilah peran PNM yang selama ini kita lakukan untuk memberikan pemberdayaan kepada mereka yang tidak bankable namun mereka punya semangat tinggi untuk berusaha. PNM hadir sebagai solusi pembiayaan ultra mikro yang belum bisa mengakses produk perbankan. penyaluran pembiayaan nasabah Mekaar kami hingga Mei 2022 sekitar Rp 127 triliun yang disalurkan kepada 11,7 jt nasabah," paparnya. (mdk/azz)

Baca juga:
Bikin Bangga Indonesia, Begini Keseruan Gibran Rakabuming di Kota Paris
Upaya LPEI Tingkatkan Kapasitas UMKM untuk Jadi Eksportir Baru
Lewat Pameran Java in Paris, Impor Produk UMKM Indonesia Ke Paris Bakal Melesat
Gibran Bawa Ratusan Produk UMKM Ke Pameran Java in Paris
Jokowi Borong Produk UMKM di Wakatobi
Sandiaga Terkesan pada Marsinah, Disabilitas Penggerak Ekonomi di Bau-Bau Sultra

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini