Melantai di bursa saham, MD Pictures alokasikan saham untuk artis

UANG | 7 Agustus 2018 12:57 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Utama PT MD Pictures Tbk Manoj Punjabi mengatakan telah mengalokasikan sebagian sahamnya kepada artis-artis di bawah manajemen perseroan. Meski begitu, masih belum ada angka pasti terkait alokasi saham bagi teman-teman artis.

"Iya, banyak teman-teman (artis) yang dapat kesempatan untuk investasi juga. Mereka invest, ya bagi bagi rezeki, kita sama-sama," tuturnya di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (7/8).

Sementara itu, beberapa artis MD Pictures menyebutkan pernah ikut dalam kegiatan investasi. Namun, mereka lebih cenderung menggunakan perencana keuangan (financial planner) untuk mengelola kegiatan investasi tersebut.

"Saya pernah berinvestasi, tapi diaturin sama financial planner. Kalau invest di MD saat ini belum. Saya itu mulai investasi di 2011-2012," ujar Komedian Panji Pragiwaksono.

Senada, aktor Dwi Sasono juga menggunakan financial planner dalam berinvestasi. Menurutnya, hal itu jauh lebih mudah untuk menolong jadwalnya yang terbilang padat. "Kita mau investasi jangka panjang, jangka pendek, kita lihat juga risikonya. Kalau mau jangka panjang yang low risk. Saya ingin tabungan keuangan saya berputar," tandasnya.

Sebelumnya, PT MD Pictures Tbk (FILM) resmi menjadi emiten pertama di bidang rumah produksi yang catatkan saham di bursa Indonesia hari ini. Pada pembukaan perdagangan perdana hari ini, harga saham FILM berada di angka Rp 314 atau naik 49,52 persen dari harga perdana.

MD Pictures melepas 1,30 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100 ke publik dalam rangka penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO). Jumlah saham yang ditawarkan itu di bawah target perseroan sebanyak-banyaknya 1,98 miliar saham.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Resmi IPO, saham MD Pictures melejit 49,52 persen di pembukaan perdagangan
Victoria Care Indonesia incar pertumbuhan penjualan 30 persen
Apple jadi emiten pertama tembus kapitalisasi pasar USD 1 triliun
OJK: Penerbitan sekuritisasi aset meroket dari Rp 3,9 triliun jadi Rp 14,2 triliun
SMF gandeng BNI Sekuritas hadirkan layanan transaksi EBA-SP Ritel pertama di RI

(mdk/azz)