Membandingkan Listrik Prabayar dan Pascabayar, Lebih Menguntungkan Mana?

Membandingkan Listrik Prabayar dan Pascabayar, Lebih Menguntungkan Mana?
Petugas PLN cek meteran listrik rumah warga. ©2020 Liputan6.com/Angga Yuniar
EKONOMI | 21 Januari 2022 10:30 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Masyarakat kini dibebaskan untuk memilih jenis penggunaan listrik prabayar atau pascabayar di rumahnya. Tapi, hampir setiap rumah baru yang dipasarkan menggunakan listrik prabayar. Jenis listrik baru ini memang lebih direkomendasikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Sebenarnya, apa bedanya dengan listrik rumah orang tua kita?

Dikutip dari berbagai sumber, listrik dengan sistem prabayar memiliki skema pembayaran yang mirip dengan pengisian pulsa ponsel. Jika mau listrik menyala, maka Anda harus isi voucher listrik terlebih dahulu.

Intinya, bayar sebelum menggunakan layanannya. Pemakaian listrik nantinya harus disesuaikan dengan nilai voucher tersebut. Jika Anda membeli voucher senilai Rp100 ribu, maka penggunaan listrik hanya sebatas itu.

Apabila voucher habis, listrik pun otomatis mati, dan Anda harus mengisi ulang voucher supaya listrik bisa menyala kembali. Pembelian voucher listrik bisa dilakukan di minimarket, mesin ATM, mobile banking, atau bahkan di sejumlah aplikasi e-commerce.

Sedangkan listrik pascabayar, kebalikan dari prabayar. Anda bisa menggunakan layanan sepuasnya, baru membayar tagihan setiap bulannya. Sama seperti sistem prabayar, pembayaran listrik pascabayar pun bisa dilakukan melalui sejumlah tempat yang telah disebutkan di atas.

2 dari 3 halaman

Untung Rugi Listrik Prabayar dan Pascabayar

listrik prabayar dan pascabayar rev1

Terdapat sejumlah keuntungan dan kerugian yang Anda dapatkan jika memilih untuk menggunakan listrik secara prabayar.

Keuntungan:

1. Pemakaian listrik lebih terkontrol.
2. Bisa dengan mudah menyesuaikan pemakaian listrik dengan anggaran bulanan.
3. Tidak ada lagi petugas PLN yang memutus sambungan listrik karena telat bayar.
4. Terbebas dari ancaman penipuan yang mengatasnamakan petugas PLN yang mau mengecek meteran.
5. Tidak ada biaya keterlambatan.
6. Kerahasiaan terjamin, karena 20 digit nomor listrik hanya bisa diisi ke meteran listrik sendiri

Kerugian:

1. Voucher listrik PLN tak bisa diisi saat tengah malam (tidak bisa digunakan pukul 23.00 - 02.00).
2. Meteran lebih sensitif dan mudah rusak.

Listrik pascabayar juga punya keuntungan dan kerugiannya sendiri. Misalnya seperti ini.

Keuntungan:

1. Tak perlu repot-repot isi daya.
2. Tak perlu takut sewaktu-waktu listrik mati karena voucher habis.

Kerugian:

1. Apabila pemakaian melampaui batas, tagihan bisa membengkak.
2. Jika ada keterlambatan pembayaran, terdapat denda dari pihak PLN, atau bahkan kamu bisa terkena sanksi pemadaman listrik.
3. Privasi berkurang, karena petugas PLN akan masuk ke area rumah.
4. Rentan terjadinya tindak kejahatan yang mengatasnamakan petugas PLN.

3 dari 3 halaman

Lebih Hemat Mana?

mana rev1

Nah jadi, lebih hemat mana listrik prabayar atau pascabayar? Banyak orang yang mengira bahwa perbedaan listrik token dan meteran ada pada tarifnya.
Kata mereka, listrik meteran (pascabayar) lebih murah daripada sistem prabayar.

Padahal kenyataannya tak seperti itu. Perbedaan keduanya hanya terdapat pada sistem pembayaran, sedangkan untuk tarif, potongan, dan biaya administrasi sama saja.

Misalnya pelanggan listrik prabayar golongan R-1 900 VA tarif listriknya Rp 1.325/kWh (kilo Watt Hour). Sedangkan biaya abodemen listrik pasca bayar untuk golongan R-1 900 VA tarifnya juga sama Rp1.325/kWh.

Biaya administrasi dan pajak penerangan jalan (PPJ) juga akan dikenakan baik itu saat membeli voucher listrik pulsa, atau saat membayar tagihan di akhir bulan.

Alasan PLN lebih Merekomendasikan Sistem Prabayar

Pelanggan PLN sebenarnya bebas memilih layanan prabayar atau pascabayar. Tapi, PLN selalu merekomendasikan sistem prabayar untuk mereka yang baru mau memasang listrik di rumahnya.

Hal ini ternyata dilakukan untuk memudahkan pihak PLN. Mereka tak harus merekrut banyak orang hanya untuk mencatat meteran listrik setiap rumah. Dari segi pelanggan pun, akan lebih mudah jika menggunakan token listrik ketimbang meteran.

Layanan prabayar sangat cocok untuk untuk pelanggan yang memiliki bisnis indekos atau kontrakan. Sebab, listrik penyewa tidak ditanggung oleh pemilik rumah.

Kesimpulannya, mau prabayar atau pascabayar, semua saja saja dan memiliki kelebihan serta kekurangannya masing-masing. Jadi, sebelum memilih mau menggunakan yang mana, jangan lupa untuk mempertimbangkan sejumlah hal di atas.

 

(mdk/bim)

Baca juga:
Berdagang Sayur dengan Gerobak Motor Listrik
Bentuk Subholding PLN, Erick Thohir Pastikan Tak Ada Pengurangan Karyawan
Erick Thohir Buka Peluang PLN Batubara Masuk Subholding Power Plant
Erick Thohir: Holding PLN Bukan untuk Liberalisasi Listrik Nasional
Bocoran Erick Thohir soal Skema Pembentukan Holding dan Subholding PLN
Dirut PLN Masih Kaji Menyeluruh Soal Pembubaran PLN Batubara
Alasan Menteri Erick Thohir Ngotot Bentuk Sub Holding PLN

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami