Membongkar Alasan ABK Indonesia Memilih Bekerja di Kapal Ikan Tangkap Asing

Membongkar Alasan ABK Indonesia Memilih Bekerja di Kapal Ikan Tangkap Asing
UANG | 8 Mei 2020 16:37 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Bekerja sebagai awak kapal di luar negeri menjadi impian segelintir orang. Terutama bagi mereka yang bosan bekerja di kapal ikan tangkap perusahaan dalam negeri. Perusahaan kapal ikan tangkap asing menjanjikan gaji jutaan rupiah ketimbang bekerja sebagai awak kapal ikan tangkap dalam negeri.

"Bekerja di kapal asing itu mereka mendapatkan gaji yang lebih tinggi," kata Koordinator Nasional Destructive Fishing Watch (DFW)-Indonesia, Moh Abdi Suhufan kepada merdeka.com, Jakarta, Jumat (8/5).

Perusahaan ikan tangkap luar negeri menjanjikan gaji dengan bayaran dalam mata uang dolar. Misalnya, perusahaan kapal asing asal Taiwan yang menggaji awak buah kapal sampai Rp4,5 juta per bulan. Begitu juga dengan China yang memiliki standar gaji bagi awak kapal sekitar Rp3 juta per bulan.

Kata Abdi, dua negara tersebut termasuk yang memiliki standar upah terendah. Awak kapal yang bekerja untuk perusahaan ikan tangkap di Jepang, Korea, Spanyol dan Selandia Baru memiliki standar yang lebih tinggi.

Selain standar gaji, mereka juga memiliki kontrak kerja sebagai kepastian lama kerja. Sebab di Indonesia belum ada regulasi yang mengatur standar upah bagi awak kapal perikanan.

"Di Indonesia belum ada regulasi untuk penggajian standar awak kapal perikanan," kata Abdi.

Baca Selanjutnya: Sistem Bagi Hasil Tak Berkeadilan...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami