Membongkar Jumlah Harta Ratu Elizabeth II, Ratu Tertua di Dunia

UANG | 15 Mei 2019 06:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Ratu Elizabeth II dari House of Windsor saat ini menjadi ratu tertua di dunia. Gelar ini juga membuatnya mengalahkan gelar serupa dari sang nenek buyut, Ratu Victoria, sebagai ratu tertua di Britania Raya.

Dengan usia mencapai 93 tahun, pertanyaannya yang menggelitik tentu seberapa kaya sang ratu dari harta yang dikumpulkan selama ini? Ratu Elizabeth II bukanlah penguasa monarki terkaya di dunia, sebab yang terkaya adalah Sultan Hassanal Bolkiah dari Brunei Darrusalam.

Raja Maha Vajiralongkorn di Thailand pun tercatat lebih kaya. Lantas berapa kekayaan sang ratu? Jawabannya ternyata agak rumit.

Menurut Forbes, kekayaan Ratu Elizabeth II ditaksir mencapai USD 500 juta atau Rp 7,2 triliun (USD 1 = Rp 14.403). Harta miliknya termasuk Kasil Balmoral di Skotlandia, tetapi itu tidak membuatnya masuk ke daftar orang terkaya di dunia atau negaranya.

Akan tetapi, aset dan properti sang ratu dipegang oleh Crown Estate. Istana Buckingham, daerah Duchy of Lancaster, Kastil Windsor, dan berbagai portofolio lain, semuanya dikelola oleh Crown estate.

Apabila nilai semua portofolio itu masuk ke kekayaan Ratu Elizabeth II, maka kekayaannya setara USD 25 miliar (Rp 360 triliun). Itu pun belum termasuk nilai bermacam koleksi karya seni bernilai miliaran dolar yang dikelola oleh Royal Collection Trust.

Jika semuanya dihitung, maka Ratu Elizabeth II bisa masuk jajaran orang terkaya di Inggris, serta di dunia. Tetapi apakah kekayannya mengalir ke anak dan cucunya?

Pada usianya yang ke-70 tahun, Charles Phillip Arthur George masih menjadi pangeran. Gelarnya adalah Pangeran Wales, Adipati Cornwall, dan Adipati Rothesay. Bila menjadi raja kelak, gelarnya adalah Charles III.

Untuk saat ini, Pangeran Charles menguasai daerah Duchy of Cornwall seluas 131 ribu eker (52.609 hektar). Tanah itu digunakan sebagai area komersial untuk properti, peternakan, dan sebagainya. Nilai asetnya mencapai USD 450 juta (Rp 6.4 triliun).

Pemasukan dari Duchy of Cornwall menjadi sumber pengeluaran untuk Pangeran Charles, serta keluarga Pangeran William dan Harry. Sebagai contoh, Pangeran Charles membantu biaya selama Meghan Markle sedang hamil.

Pada tahun 2018, keluarga William dan Harry memiliki pengeluaran pribadi sebesar USD 6,1 juta (Rp 87,8 triliun). Meski demikian, rincian pengeluaran mereka tidak dijelaskan secara lengkap ke publik.

Ada yang menyebut kehidupan keluarga kerajaan malah merugikan pembayar pajak di Britania Raya. Yang terjadi justru sebaliknya.

Anggota keluarga kerajaan memiliki citra tersendiri yang menarik turisme. Alhasil, negara mendapat pemasukan.

"Tahun lalu, kami menilai pertambahan ekonomi Britania Raya senilai hampir USD 1,5 miliar (Rp 21,6 triliun) dari royal wedding Harry dan Meghan di Windsor," ujar Richard Haigh, direktur pelaksana Brand Finance di Inggris.

Pada 2017 juga dilaporkan bahwa keluarga kerajaan memberi sumbangsih di dunia turisme senilai USD 700 juta (Rp 10 triliun). Berbagai pihak pun mendapat untung berkat keluarga kerajaan Inggris.

Sebelumnya, Ratu Elizabeth II yang berstatus sebagai kepala negara di Britania Raya menerima gaji pokok setidaknya USD 106,7 juta atau sekitar Rp 1,4 triliun setahun. Gajinya disebut sebagian besar berasal dari investasi properti kerajaan yang dia lakukan.

Reporter: Tommy Kurnia

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Miliuner Warren Buffett Sebut Perang Dagang Berdampak Buruk Bagi Dunia
Indonesia Jadi Negara Dengan Jumlah Miliuner Tua Terbanyak di Dunia
Amerika Jadi Negara Terbanyak Pencetak Miliarder
Mengintip Kekayaan Raja Maha Vajiralongkorn yang Baru Naik Takhta
Ingin Berwisata ke Bulan, Miliuner Asal Jepang Ini Malah Bangkrut
Bukan Uang, Ini Sumber Kebahagiaan yang Hakiki Menurut Orang Terkaya ke-3 Dunia
Kritik Trump, Warren Buffet Tegaskan Perang Dagang Buruk Bagi Ekonomi Dunia

(mdk/bim)