Menaker Hanif: Indonesia Harus Ubah Ekosistem Ketenagakerjaan

UANG | 24 April 2019 16:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri ekosistem ketenagakerjaan harus diubah menjadi lebih fleksibel. Sebab, dia menilai ekosistem ketenagakerjaan di Indonesia kaku dan rigid. Hal ini membuat masyarakat masih kesulitan mendapatkan pekerjaan meskipun mereka memiliki pendidikan.

"Hanya 2 dari 10 orang berpendidikan di Indonesia yang mendapatkan pekerjaan sesuai dengan kualifikasi mereka," ungkap Hanif dalam paparan Diskusi Prospek Ekonomi 2019-2024 yang diselenggarakan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) di Jakarta, Rabu (24/4).

Dirinya menambahkan, bukan lapangan kerja yang membuat pengangguran semakin bertambah, tapi kualitas sumber daya manusia itu sendiri. Bahkan, PHK seharusnya tidak menjadi hal yang ditakuti jika masyarakat punya kemampuan. Mereka bisa membuka bisnis sendiri.

Hanif juga menambahkan, jika Indonesia punya sumber daya manusia yang baik dan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih dinamis, masalah investasi akan selesai.

"4 dari 10 masalah investasi di Indonesia adalah masalah ketenagakerjaan, oleh karenanya jika masalah sumber daya manusia dalam dunia kerja selesai, investasi di Indonesia akan semakin lancar," tandasnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
OJK Anggap Wajar Bank yang Pangkas Tenaga Kerjanya Akibat Digitalisasi
Pengamat Ungkap Realisasi Janji Pilpres 2019 Jokowi ini Berat
Pilpres 2019 Usai, Apindo Tunggu Reformasi Pajak & Ketenagakerjaan Presiden Terpilih
Mengupas Ketimpangan Keterampilan, Demi Tercipta Tenaga Kerja Kompeten
Kisah Petugas Stasiun Harus Jalankan Tugas Saat Pilpres 2019
Praktik Curang Yayasan Tenaga Kerja Marak, Pemerintah Didesak Lakukan Audit

(mdk/azz)