Menaker Hanif minta masalah ketenagakerjaan tak dianggap remeh

Menaker Hanif minta masalah ketenagakerjaan tak dianggap remeh
Hanif Dhakiri. ©2014 merdeka.com/arie basuki
UANG | 30 Juni 2016 12:28 Reporter : Haris Kurniawan

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Hanif Dhakiri meminta pemerintah pusat dan daerah untuk tidak menganggap remeh masalah ketenagakerjaan. Di mana saat ini faktor itu menjadi salah satu dari empat penyebab utama penyumbang 30 persen ketimpangan sosial.

"Selama ini masalah ketenagakerjaan sering dianggap sebagai masalah pinggiran. Padahal masalah ketimpangan disumbang begitu besar oleh faktor ketenagakerjaan. Jadi, tolong jangan lagi anggap remeh masalah ketenagakerjaan," ujar Hanif di Pekalongan, Jawa Tengah.

Menurutnya, ketimpangan dalam bidang ketenagakerjaan itu meliputi ketimpangan pekerja di desa dengan kota, pekerja informal dengan formal, pekerja terampil dan tidak terampil, ketimpangan upah, serta ketimpangan akses calon pekerja terhadap informasi pasar kerja.

Ketimpangan itu, lanjut Hanif, juga tampak dari profil angkatan kerja nasional yang masih didominasi oleh lulusan SD dan SMP. Selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta agar pembangunan SDM digenjot, maka pelatihan kerja (vocational training) dapat menjadi terobosan bagi percepatan peningkatan kualitas tenaga kerja menghadapi era persaingan.

"Saya khawatir jika pembangunan SDM tidak menunjukkan keberpihakan kepada mayoritas angkatan kerja yang hanya lulusan SD-SMP itu, maka bonus demografi yang sedang dinikmati Indonesia akan menjadi bencana dan bukan menjadi berkah," katanya.

Dalam kesempatan itu, politikus PKB ini berpesan kepada kepala daerah terpilih untuk membuat terobosan guna memperkecil ketimpangan sosial yang ada, termasuk terobosan di bidang ketenagakerjaan melalui penguatan akses dan mutu pelatihan kerja.

"Pak Asif, sebagai Bupati baru, ayo saya dukung buat terobosan pembangunan di bidang ketenagakerjaan agar ketimpangan menurun. Tentu cara berpikir dan cara kerjanya tidak bisa lagi bisa business as usual, biasa-biasa saja. Saya dukung Pak Asif untuk jadi B3 alias Bupati Bukan Biasa," imbaunya. (mdk/hrs)


Djarum daftarkan 46.849 pekerja borongan ke BPJS Ketenagakerjaan
Aturan tenaga kerja asing RI 'tak cocok' dengan pasar bebas AS
Korporasi Jepang susun pedoman, pekerja LGBT dimudahkan ubah kelamin
Intimidasi calo, perusahaan terpaksa rekrut pekerja minim kualitas
Daftar kota dunia rumah para 'penggila kerja', salah satunya Jakarta
5 Aturan kerja unik dari penjuru dunia, bikin senyum-senyum sendiri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami