Menaker Ida Ungkap Sebab Angka PHK Akibat Corona Belum Berubah Dari 1,7 Juta

Menaker Ida Ungkap Sebab Angka PHK Akibat Corona Belum Berubah Dari 1,7 Juta
UANG | 7 Juli 2020 20:31 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), pada 27 Mei 2020, mencatat jumlah pekerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) dan dirumahkan akibat pandemi virus corona (Covid-19) mencapai sekitar 1,7 juta orang. Kemnaker mengungkapkan saat ini jumlah pekerja yang terkena PHK dan dirumahkan belum banyak berubah.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan hal ini disebabkan belum adanya laporan perusahaan terkait update tersebut kepada pihak Disnaker di daerah.

"Sebenarnya naik turunnya jumlah PHK ini kecil karena banyak pekerja sudah kerja kembali dirumahkan. Lalu PHK juga kan prosedur panjang, kebanyakan mereka dirumahkan, jadi angka PHK kecil. Kalau ada PHK ditemukan, banyak sekali perusahaan tidak laporkan ke kita," ujar dia saat berkunjung ke Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (7/7).

Selain itu, Menteri Ida menyampaikan, beberapa perusahaan yang melakukan PHK kerap menyelesaikan kasus tersebut secara internal dan tidak terdata oleh Kemnaker, seperti yang dilakukan Grab, Gojek dan Lion Air.

"Jadi data hanya segitu aja karena yang dirumahkan sudah bekerja kembali, apalagi di zona hijau. Saya datang ke kawasan industri juga banyak yang operasi. Kita tinggal pastikan protokol kesehatannya aja agar tak ada Covid-19," ujar dia.

Baca Selanjutnya: PHK Catatan Pengusaha...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami