Menaker Janji Akan Bantu Buruh Tani Deli Serdang Selesaikan Konflik dengan PTPN II

Menaker Janji Akan Bantu Buruh Tani Deli Serdang Selesaikan Konflik dengan PTPN II
UANG | 14 Juli 2020 18:14 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah menyatakan keprihatinannya atas musibah yang dialami petani di kabupaten Deli Serdang, yang mengadukan nasibnya karena sedang berkonflik dengan korporasi.

Sebagai bentuk kepedulian dan bagian dari pemerintah, Menaker berjanji akan meneruskan pengaduan tersebut kepada Menteri ATR/Kepala BPN dan Menteri BUMN.

"Sebagai Menteri dan pribadi, saya turut prihatin pengaduan atas semua yang dialami bapak ibu semua. Saya akan teruskan kepada Kementerian ATR/Kepala BPN, kemudian ke Kementerian BUMN," kata Ida Fauziyah dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/7).

Menurutnya ketika hak-hak petani terganggu, demokrasi menyediakan ruang bagi mereka untuk menyuarakan keluh kesahnya. Negara pun punya tanggung jawab untuk menyelesaikannya. Selain itu, dia juga meminta agar para petani yang mengadu tetap memperhatikan protokol kesehatan, selama memperjuangkan hak-haknya di kota Jakarta.

"Kondisi pandemi, berjuang yes, jaga diri jaga kesehatan juga yes. Mudah-mudahan dua-duanya dijaga, maksud tujuan tercapai, bapak ibu tetap sehat,” katanya.

1 dari 1 halaman

Harap Pengaduan Sampai ke Presiden

sampai ke presiden rev1

Dalam kesempatan yang sama, selaku Koordinator 26 petani yang mengadu ke Kemnaker, Sulaeman Wardana yang mewakili 170 petani yang masih berjalan kaki menuju Jakarta untuk mencari keadilan. Aksi jalan dilakukan karena areal lahan dan tempat tinggal yang telah dikelolanya, sejak tahun 1951 telah digusur paksa oleh korporasi plat merah (PTPN II).

Padahal petani telah mengantongi SK Landreform sejak tahun 1984 dan parahnya sebanyak 36 petani di Sei Mencirim yang ikut tergusur sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM).

"Kami mengadu ke Kemenaker karena 26 petani yang mewakili 170 petani ini juga merupakan buruh tani. Harapan kami, pengaduan ini, bisa disampaikan ke Presiden," ujar Sulaeman.

Diketahui, luas area yang berkonflik antara petani yang tergabung dalam SPSB dengan PTPN II adalah seluas lebih kurang 854 hektar. Sementara luas area yang berkonflik petani yang STMB dengan PTPN II, seluas lebih kurang 850 Ha dan tuntutan petani STMB adalah seluas lebih kurang 323,5 hektar.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
DPR Singgung soal 500 Pekerja China di Konawe, Ini Respons Menaker
Raker Bareng DPR, Menaker Bahas Nasib Pekerja Terimbas Corona
Strategi Menaker Hadapi Revolusi Industri 4.0
Reza Rahadian Curhat Minimnya Perlindungan Bagi Pekerja Film
Menaker Ida Dorong Investasi Asing Gunakan Pekerja Lokal dan Ada Alih Teknologi
Menaker Ida Ungkap Sebab Angka PHK Akibat Corona Belum Berubah Dari 1,7 Juta

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami