Menanti Penurunan Harga Tiket Pesawat Hingga 50 Persen

UANG | 14 Mei 2019 08:00 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Harga tiket pesawat tercatat masih tinggi hingga saat ini. Mahalnya harga pesawat telah terjadi beberapa bulan terakhir dan memberatkan masyarakat. Bahkan, tempat wisata seperti Tanah Lot di Bali mengakui bahwa kunjungan wisatawan lokal turun drastis. Salah satu penyebabnya diduga karena mahalnya harga tiket pesawat.

"Setelah nilai jual tiket pesawat melambung, kunjungan pelancong ke Tanah Lot, khususnya wisatawan domestik, menurun hingga 20 persen, namun kunjungan wisatawan mancanegara relatif tidak berubah," kata Kepala Divisi Humas Tanah Lot, Putu Erawan di Tabanan.

Bahkan, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) memerintahkan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menggelar rapat bersama Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution untuk membahas harga tiket pesawat yang telah meningkat dari tarif biasanya.

"Tiket disuruh bahas bersama pak Menko hari Senin," kata Budi di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (9/5).

Kini, pemerintah memastikan akan menurunkan tarif batas atas tiket pesawat antara 12 persen sampai 16 persen. Penurunan sebesar 12 persen ini akan dilakukan pada rute-rute gemuk seperti rute-rute di daerah Jawa sedangkan penurunan lainnya dilakukan pada rute-rute seperti rute penerbangan ke Jayapura.

Keputusan penurunan tarif batas atas akan berlaku efektif sejak ditandatanganinya Peraturan Menteri Perhubungan dengan target 15 Mei 2019.

"Hal ini dilakukan pemerintah, bukan hanya memerhatikan pihak maskapai, tetapi juga konsumen sebagai masyarakat," ujar Menteri Koordinator bidang Perekonomian di Kantornya, Jakarta, Senin (13/5).

Menko Darmin menjelaskan, pemerintah mencatat adanya kenaikan tarif pesawat penumpang udara oleh para perusahaan maskapai penerbangan dalam negeri sejak akhir Desember 2018 dan tarif ini tidak kunjung turun setelah 10 Januari 2019.

"Dampak dari kejadian ini dirasakan oleh masyarakat terutama saat menjelang musim Lebaran dan teridentifikasi merupakan isu yang berskala nasional," jelas Menko Darmin.

Penerapan tarif batas atas yang baru akan dievaluasi secara kontinu berdasarkan regulasi yang berlaku untuk menjaga tarif angkutan penumpang udara bagi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri dengan keseimbangan antara perlindungan konsumen dan keberlangsungan usaha.

Tak hanya itu, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta agar seluruh maskapai bertarif rendah atau low cost carrier (LCC) seperti Lion Air, Citilink untuk menurunkan tarif batas atas tiket pesawat sebesar 50 persen dari tarif batas atas yang ditentukan. Permintaan ini pun sebagai tindak lanjut dari masih tingginya harga tiket pesawat di tingkat masyarakat.

"Kami sampaikan bahwa kami ingin imbau kepada maskapai LCC sesuaikan tarif dan paling tidak memberikan ruang tarif harganya 50 persen dari batas atas (yang ditetapkan) sehingga masyarakat dapat tarif terjangkau," kata Menhub Budi saat konferensi pers di Kementerian Koordinator Kemaritiman, Senin (13/5).

Menhub Budi mengatakan akan terus bekerja keras untuk melakukan sosialisasi terkait dengan penurunan tarif batas atas ini. Sehingga kondisi tarif tiket pesawat pada penerbangan domestik dapat kembali normal.

"Untuk semua ini kami akan lakukan sosialisasi kepada stakeholder agar dua hari bisa selesai setelah ditandatangani dan efektif," katanya.

Baca juga:
Menhub Budi Minta Lion Air Cs Turunkan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat 50 Persen
Pemerintah Turunkan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Hingga 16 Persen Mulai 15 Mei 2019
Tiket Pesawat Mahal, Kunjungan Wisatawan ke Tanah Lot Turun Drastis
Revisi Batas Atas Diyakini Bisa Turunkan Harga Tiket Pesawat
Kemenko: Tiket Pesawat Dulu Murah karena Ada Perang Harga Antar Maskapai
Tiket Pesawat Mahal Bikin Pendapatan Daerah Turun

(mdk/idr)