Mendag Agus Beberkan Daerah yang Dibolehkan Buka Kembali Mal Hingga Kafe

Mendag Agus Beberkan Daerah yang Dibolehkan Buka Kembali Mal Hingga Kafe
UANG | 30 Mei 2020 14:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perdagangan, Agus Suparmanto menyampaikan bahwa pembukaan aktivitas perdagangan dapat dilaksanakan di daerah atau wilayah zona hijau dengan angka reproduksi virus kategori Rt < 1. Saat ini ada sekitar lebih dari 100 daerah zona hijau (kabupaten/kota) di 8 provinsi, yakni Aceh, Riau, Kalimantan Utara, Maluku Utara, Jambi, DKI Jakarta, Bali, dan Kepulauan Riau.

Kondisi ini bisa bertambah atau berkurang tergantung tingkat kepatuhan dari seluruh elemen masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan yang telah diterapkan. Evaluasi dan penentuan status wilayah tersebut ditetapkan oleh GUGUS TUGAS COVID-19 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Daerah setempat.

"Saat ini daerah yang siap dibuka adalah Semarang, Jawa Tengah, dan sebagian Jawa Barat yang berada di sekitar Jakarta dengan kontribusi ekonomi yang signifikan. Hal itu berdasarkan hasil Analisis Trend (KSP) dan analisis per kelurahan yang dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat," kata Mendag Agus, dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5).

Adapun jenis aktivitas perdagangan yang akan mulai dibuka dalam 'new normal', meliputi pasar rakyat, toko swalayan termasuk minimarket, supermarket, hypermarket, Department Store, restoran/rumah makan/warung makan, kafe, toko obat farmasi dan alat kesehatan, mal atau pusat perbelanjaan, restoran di Rest Area, salon/Spa, tempat hiburan/pariwisata.

"Pembukaan aktivitas perdagangan itu disesuaikan dengan fasenya. Pada fase tertentu misalnya pusat perbelanjaan baru bisa dibuka,dengan jam operasional dan jumlah pengunjung yang dibatasi secara bergilir setiap tiga jam," katanya.

1 dari 1 halaman

Virus Corona Tingkatkan Angka Pengangguran dan Kemiskinan

tingkatkan angka pengangguran dan kemiskinan

Sebelumnya, COVID-19 telah memaksa para pelaku usaha untuk menutup usahanya. Akibatnya, karyawan terpaksa dirumahkan, bahkan terjadi pemutusan hubungan kerja. Langkah tersebut terpaksa diambil akibat terhentinya operasional secara total akibat pandemi COVID-19. Dampak lanjutannya yaitu meningkatnya pemutusan hubungan kerja (PHK), pengangguran, dan kemiskinan.

"COVID-19 sangat berdampak pada unit-unit usaha kecil, salah satunya para pedagang di pasar rakyat. Jumlah pedagang diperkirakan dapat menurun sebesar 29 persen, sementara omzet rata-rata pedagang menurun sebesar 39 persen. Pemerintah Indonesia telah bekerja keras melakukan tindakan tindakan untuk melindungi keselamatan rakyat dan ekonomi Indonesia agar keduanya dapat menjadi pemenang dalam melawan virus corona ini," kata Mendag Agus.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Melihat Penerapan New Normal saat Salat Jumat di Turki
Wapres Ma'ruf: Covid-19 Beri Banyak Pengalaman
ISEI Dorong Konsep New UMKM Berbasis Digital di Masa Kenormalan Baru
New Normal, Restoran Hingga Warung Makan Harus Hentikan Layanan Prasmanan
Soal Penerapan New Normal, Kalina Octaranny Soroti Aktivitas Anak ke Sekolah
New Normal, Ojek Online & Konvensional Tetap Dilarang Bawa Penumpang
Buka Saat New Normal, Ragunan akan Batasi Jumlah Pengunjung

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami