Mendag Enggar Soal Impor Produk China: Itu Barang Modal

UANG | 16 Agustus 2019 13:56 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor China ke Indonesia pada Juli 2019 mencapai USD 1,5 miliar atau setara Rp 2,1 triliun (kurs 14.234). Impor dari negeri Tirai Bambu tersebut merupakan terbesar ke Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyebutkan, impor dari China tersebut sebagian besar merupakan barang modal. "Lebih banyak barang modal. Itu bagus dalam arti kalau masuk barang modal," kata dia saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (16/8).

Secara kumulatif dari Januari hingga Juli impor Indonesia dari China mencapai USD 24,73 miliar. Angka tersebut hampir 30 persen dari seluruh impor yang masuk dari berbagai negara.

Dia menjelaskan, selama itu bukan didominasi barang konsumsi maka impor tidak masalah. Sebab barang modal menurutnya dapat membantu meningkatkan produktivitas industri dalam negeri.

"Barang modal, bukan konsumsi, kan pertumbuhan industri baik, dari data yang dikasih BPS begitu," ujarnya.

Menurutnya, barang-barang modal yang masih banyak diimpor tersebut lantaran belum tersedia di dalam negeri, Sehingga masih harus mengandalkan pasokan dari negara lain dalam hal ini China.

Berdasarkan data BPS negara pemasok barang ke Indonesia selain China adalah Jepang USD 9,09 miliar atau sekitar 10,69 persen dan Thailand USD 5,46 miliar atau sebesar 6,42 persen. Impor nonmigas dari ASEAN 19,48 persen, sementara dari Uni Eropa 8,47 persen.

Baca juga:
Pemerintah Bakal Impor Daging Sapi 50.000 Ton dari Brasil
OSO Serukan Hentikan Impor: Petani Sejahtera, Negara Aman Sentosa
WTO Laporkan Perdagangan Dunia Masih Melemah di Kuartal III 2019
Pasarkan Produk Lokal, Jokowi Minta Pengusaha Cari Tempat Strategis di Luar Negeri
RI Digempur Barang Impor, Jokowi Minta Ibu-Ibu Gunakan Merek Lokal
KCI Tambah 119 KRL dari Jepang Hingga Akhir 2019

(mdk/azz)