Mendag: Jika Tak Berbuat Apa-apa, RI Hanya Bisa Jadi Nomor 7 Ekonomi Terbesar Dunia

Mendag: Jika Tak Berbuat Apa-apa, RI Hanya Bisa Jadi Nomor 7 Ekonomi Terbesar Dunia
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
UANG | 5 Maret 2021 18:15 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan Indonesia menjadi negara terbesar ekonomi nomor lima di dunia pada 2045 mendatang. Untuk menuju ke arah sana, maka pendapatan masyarakat harus mencapai USD 23.000 per kapita.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengatakan, untuk mengejar target tersebut setidaknya pertumbuhan ekonomi Indonesia harus menyentuh 6,4 persen per tahunnya. Untuk itu, perlu melakukan berbagai upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi tersebut.

"Kalau kita nggak ngapa-ngapain kita tumbuh 5,1 persen, dan Indonesia akan menjadi negara nomor 7 dunia dan per kapitanya kurang dari USD 20.000," kata dia dalam Rapat Kerja Nasional 2021, Jumat (5/4).

Mendag Lufti mengungkapkan, untuk mengejar pertumbuhan ekonomi tersebut maka ada beberapa pilar yang harus dikejar. Pertama adalah investasi. Berdasarkan catatannya, pada 2018 kontribusi ke Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) adalah 34 persen. Sementara hari ini hanya 31 persen. Sedangkan untuk tumbuh tinggi investasi kontribusinya 39-40 persen, artinya 7,5 persen per tahun.

"Artiya kita tidak bisa membedakan investasi lokal atau internasional. Lokal sama internasional saja tidak bisa dibedakan, semua harus kita undang, salah satunya UU Cipta Kerja, untuk Indonesia maju medannya akan terbuka investasinya, kita mesti bersaing sebagai kelas dunia, ini yang mesti kita kerjakan," katanya.

Baca Selanjutnya: Selanjutnya...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami