Mendes PDTT: Desa Harus Adaptif dengan Kearifan Lokal Saat New Normal

Mendes PDTT: Desa Harus Adaptif dengan Kearifan Lokal Saat New Normal
UANG | 2 Juni 2020 15:17 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), Abdul Halim Iskandar membeberkan skema persiapan dana desa dalam menghadapi new normal.

Menurutnya, desa harus lebih siap menghadapi new normal pada konteks pertahanan diri dan lingkungan dari dampak Corona dengan memadukan protokol kesehatan dari Kementerian dan Lembaga serta kearifan lokal.

"Jadi protokolnya ini sesuai dengan Kementerian dan Lembaga yang mengeluarkan. Kalau urusan kesehatan berarti mengacu ke Kemenkes, kalau pemerintahan berarti mengacu ke Kemendagri. Di sini, Kemendes PDTT mengisi ruang kosong," jelasnya dalam paparan virtual, Selasa (2/6/2020).

Pria yang akrab disapa Gus Halim ini meminta desa untuk berimprovisasi dan menyesuaikan protokol yang hendak disusun dan diterapkan sesuai dengan akar budaya desa.

Sehingga nantinya, protokol new normal yang siap dilaksanakan bisa benar-benar menjangkau seluruh lapisan desa dan membuat desa menjadi lebih kuat di tengah pandemi tentunya.

Misalnya dalam penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP), disesuaikan dengan penanganan Desa Tanggap Covid-19, meskipun jika masyarakat yang statusnya lebih dari ODP harus dirujuk ke Kabupaten atau Kota bahkan Provinsi agar mendapat penanganan yang tepat dan kasusnya tidak membebani desa.

"Jadi intinya, protokolnya tetap mengacu ke Kementerian dan Lembaga, tapi tetap bertumpu pada akar budaya, sehingga kearifan lokal tetap menjadi perhatian utama," jelasnya.

Reporter: Athika

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
23 Kabupaten dan Kota Belum Salurkan BLT Dana Desa, Terbanyak di Papua
Pemerintah Sebut Masih Ada 13.000 Desa Belum Tersentuh Internet
Per 1 Juni 2020, Sebanyak 55.042 Desa Sudah Salurkan BLT
Mendes Sebut New Normal Sebagai Upaya Recovery Ekonomi Nasional
Kemendes Revisi Target Penerima BLT Dana Desa dari 12 Juta jadi 8 Juta KPM

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Agar Jiwa Tak Terguncang Karena Corona

5