Menengok Jurus Pemerintah Jaga Harga Pangan Tak Naik Tinggi Jelang Ramadan 2021

Menengok Jurus Pemerintah Jaga Harga Pangan Tak Naik Tinggi Jelang Ramadan 2021
Pasar tradisional jelang Lebaran. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki
UANG | 27 Februari 2021 07:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Ramadan menjadi momen harga pangan mengalami kenaikan harga. Meski berkaca pada Ramadan tahun lalu angka inflasi rendah, bukan berarti pemerintah tidak waspada.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Mei atau Ramadan 2020 hanya sebesar 0,07 persen. Inflasi tersebut menjadi inflasi terendah sejak Lebaran 1978.

"Inflasi Lebaran di Mei ini, terendah sejak 1978. Dalam kondisi normal bahwa inflasi biasanya tinggi setiap mau Lebaran," ujar Direktur Statistik Harga BPS Nurul Hasanudin.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, pelemahan inflasi pada Mei 2020 disebabkan oleh menurunnya sejumlah permintaan terhadap komoditas barang. Hal ini terjadi karena pandemi Virus Corona.

"Kita semua menyadari bahwa situasi tidak biasa karena Covid dan itu menyebabkan pola dari inflasi bulan Ramadan ini sangat tidak biasa berbeda jauh dengan tahun sebelumnya," jelasnya.

Untuk tahun ini, mari simak strategi pemerintah dalam menjaga harga pangan tidak melonjak tinggi.

Baca Selanjutnya: 1 Perkuat Pemanfaatan Teknologi...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami