Meneropong Pertumbuhan Ekonomi 2021

Meneropong Pertumbuhan Ekonomi 2021
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori
UANG | 26 Januari 2021 12:36 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di tahun ini berada di kisaran 5,5 persen. Perkiraan itu sejalan dengan proyeksi yang dilakukan oleh lembaga-lembaga keuangan internasional seperti Bank Pembangunan Asia (ADB), International Monetary Fund (IMF), World Bank (WB) dan Organisasi Kerja Sama Pembangunan dan Ekonomi atau OECD.

"Memang bervariasi (pertumbuhannya) tapi menuju ke arah sangat positif dibandingkan 2020," kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Febrio Kacaribu, dalam diskusi Akselerasi Pemulihan Ekonomi, secara virtual, Selasa (26/1).

Dia menyadari pada kuartal I-2021 memang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan mengalami tantangan. Namun di sisi lain, perbaikan ekonomi sendiri sebetulnya sudah dirasakan pada kuaral III-2020, dan akan diikuti di kuartal IV-2020.

"Kuartal IV-2020 semakin membaik bahkan ekspor pulih, PMI membaik, konsumsi semen membaik, investasi dari BKPM terlihat pemulihan kuat," sebut dia.

Akan tetapi, meski secara trend mengalami perbaikan, bukan berarti pertumbuhan tahun ini tanpa risiko. Apalagi pandemi Covid-19 masih bersarang di Tanah Air. Oleh karenanya dia ingin proses vaksinasi tetap berjalan efektif dengan melakukan disiplin 3M dan 3T.

Proses dari vaksinasi sendiri memberikan optimismenya di market, dan ada beberapa bahkan yang sudah masuk ke dalam harga saham. Di sisi lain, capital inflow terjadi sehingga pasar sudah melihat bagaimana vaksinasi memberikan sentimen positif, dan harapannya bisa menaikkan aktivitas ekonomi masyarakat.

"Walau vaksinasi berjalan, kasus covid harus dikelola sehingga tidak ada lagi pembatasan-pembatasan yang kita tahu itu dampaknya pengurangan dari aktvitas ekonomi," kata dia.

Dia melihat untuk tahun 2021 arahnya pertumbuhan ekonomi memang cukup positif. Bahkan sudah ada datanya. Hanya saja, itu tidak akan cukup jika tidak didukung dengan proses vaksinasi. "Karena dengan demikian kita bisa pulihkan aktivitas perekonomian lebih baik," sebut dia.

Untuk mendorong pemulihan ekonomi di 2021, pemerintah juga melanjutkan program PEN yang anggarannya mencapai sebesar Rp372,3 triliun. Angka tersebut lebih rendah 53,55 persen dari pagu anggaran PEN di tahun 2020 yang sebesar Rp685,2 triliun.

"Untuk dukungan, kami terus pantau apa yang harus dilakukan. Program untuk PEN tetap dilanjutkan," jelas dia.

Baca Selanjutnya: Adapun anggaran tersebut akan dialokasikan...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami