Mengintip Kesiapan Jakarta-Cikampek II, Tol Layang Terpanjang di Indonesia

UANG | 23 September 2019 11:03 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta

Merdeka.com - Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II hampir rampung. Saat ini, progres konstruksi Tol Layang Japek II telah mencapai 96,5 persen. Progres pengaspalan tol sepanjang 36,8 Km ini telah mencapai 30 persen, dengan sisa 70 persen atau 25,76 Km belum teraspal.

Rencananya tol layang ini akan beroperasi pada November 2019. Jika tol layang ini sudah bisa dilalui kendaraan, maka perjalanan bisa memangkas waktu berkisar 30 sampai 60 menit. Bahkan, Jakarta-Bandung ditargetkan bisa dicapai kurang dari 3 jam.

Lalu bagaimana kesiapan tol layang Jakarta-Cikampek II ini? Berikut penjelasannya:

1 dari 4 halaman

Uji Coba Beban

Sebelum dibuka untuk umum, jalan tol layang Japek diuji coba terlebih dahulu. Ruas tol ini akan dilakukan uji beban guna mengukur daya tampung jalan, yakni dengan menaruh iringan 16 truk berbobot 40 ton per unit yang akan berjalan dari titik awal hingga titik akhir.

Meski begitu, jika sudah diresmikan, nantinya kendaraan yang bisa melalui tol layang ini hanya golongan tertentu. Saat ini, progres terakhir pengerjaan tol layang sepanjang 36,8 kilometer ini telah mencapai 96,5 persen.

2 dari 4 halaman

Hanya Kendaraan Golongan Tertentu

Tidak semua golongan kendaraan bisa melewati tol layang Japek ini. Meskipun kekuatan jembatannya bisa untuk semua golongan. Kendaraan yang bisa melewati tol layang ini dikhususkan pada kendaraan golongan 1. Usulan ini dilontarkan dengan alasan faktor keamanan.

"Mungkin kita akan terus mengusulkan sampai tidak ada ODOL (Over Dimension Over Load/Kendaraan berlebih muatan). Jadi lebih ke traffic management-nya, bukan kekuatan jembatannya. Kekuatan jembatannya sebenarnya bisa untuk semua golongan," Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani.

3 dari 4 halaman

Tol Layang Terpanjang di Indonesia

Presiden Jokowi menyebut tol layang Jakarta-Cikampek menjadi yang terpanjang di Indonesia. Bahkan tol layang ini ditopang dengan 9.000 tiang pancang.

"Jalan Tol Jakarta-Cikampek II yang hampir rampung adalah jembatan terpanjang di Indonesia. Membentang 36,4 km di atas ruas Tol Jakarta-Cikampek, seluruhnya konstruksi layang yang ditunjang 9.000 tiang pancang," tulis Jokowi melalui akun Twitternya @Jokowi.

4 dari 4 halaman

Jalan Tol Berbahan Dasar Karet

Proses pengaspalan jalan tol masih terus dikerjakan. Saat ini, sudah 30 persen jalur teraspal, sisanya 70 persen sedang dikerjakan. Rencananya, sisanya bakal menggunakan aspal berbahan karet. Ternyata ada keunggulan dengan aspal karet ini.

Aspal karet tidak mudah retak dan tahan hingga 10 tahun. Karena bahan dasar karet kuat dalam menahan suhu. "Ini sekitar 48 derajat suhunya, bisa membelendung aspal. Kalau sama karet dia lebih tahan. Titik didih naik, tidak 48 derajat tapi 50 sekian," kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto. (mdk/dan)

Baca juga:
Jumlah Truk Kelebihan Muatan di Tol Cikampek Berkurang 30 Persen
Menhub Budi Masih Kaji Pelarangan Truk Tak Kelebihan Muatan di Tol Layang Cikampek
Lewat Tol Layang Cikampek, Jakarta-Bandung Bisa Ditempuh Hanya 3 Jam
Ini Keunggulan Aspal Bahan Karet Dipakai di Tol Layang Jakarta-Cikampek
Menteri Basuki: 70 Persen Tol Layang Jakarta - Cikampek Gunakan Aspal Karet
Tol Layang Jakarta - Cikampek Pisahkan Mobil Jarak Jauh dan Dekat
Truk Diusulkan Dilarang Naik Tol Layang Jakarta-Cikampek, Tarif Masih Dibahas