Mengintip Sejarah Dewan Moneter dan Dampaknya Pada Ekonomi Indonesia

Mengintip Sejarah Dewan Moneter dan Dampaknya Pada Ekonomi Indonesia
Gedung Bank Indonesia. Merdeka.com / Dwi Narwoko
EKONOMI | 11 September 2020 18:35 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Badan Legislasi (Baleg) DPR RI merencanakan membuat Dewan Moneter sebagai lembaga baru yang diketuai oleh Menteri Keuangan. Hal ini termuat dalam draf revisi Undang-Undang Bank Indonesia Nomor 23 tahun 1999.

Sebenarnya, Dewan Moneter bukan sesuatu yang baru di Indonesia. Tahun 1953, Indonesia sudah memiliki Dewan Moneter yang juga dipimpin oleh Menteri Keuangan dan beranggotakan menteri bidang ekonomi dan Gubernur Bank Indonesia.

Alih-alih membawa perekonomian menjadi lebih baik, nyatanya tahun 1966 inflasi malah tidak terkendali. Terjadi hiperinflasi dan sanering.

"Di undang-undang Bank Indonesia yang lama sudah ada dewan moneter, sudah ada sejak tahun 1953, lalu terjadi hiperinflasi," kata Direktur Manajemen Political Economy and Policy Studies (PEPS) Anthony Budiawan dalam diskusi virtual Forum Tebet (Forte) bertajuk Pembentukan Dewan Moneter: Skenario Merancang BI menjadi Kasir Pemerintah & Penalangan Bank Bermasalah, Jakarta, Jumat (11/9).

Di masa orde baru, terjadi devaluasi berkali-kali. Tahun 1971 devaluasi 10 persen, tahun 1978 devaluasi 50 persen, tahun 1983 devaluasi 38 persen dan tahun 1946 devaluasi 47 persen. Begitu juga dengan inflasi yang tinggi. Tahun 1973 inflasi 31 persen, tahun 1974 inflasi 40 persen, tahun 1976 inflasi 20 persen, tahun 1975 inflasi 20 persen, tahun 1976 inflasi 20 persen, tahun 1979 inflasi 16 persen dan tahun 1980 inflasi 18 persen.

Puncaknya terjadi pada krisis tahun 1998 yang membuat inflasi 58 persen. Kurs rupiah terhadap dolar dari Rp 2.400 hingga mencapai Rp 16.000. Lalu terjadi bailout oleh Bank Indonesia sebanyak Rp 147,7 triliun dengan Rp 138 triliun yang bermasalah. Total rekap obligasi senilai Rp 430 triliun. Anthony mengatakan utang negara ini belum pernah dilunasi dengan menggunakan uang sendiri. Pemerintah melunasinya melalui utang baru.

2 dari 2 halaman

Usai Krisis 1998, Bank Indonesia Dibuat Independen

1998 bank indonesia dibuat independen

Trauma krisis ini akhirnya membuat Bank Indonesia dibuat independen. Kebijakan Bank Indonesia tak lagi direcoki oleh siapapun termasuk pemerintah. Bank sentral bekerja untuk melakukan stabilisasi makro ekonomi sendirian. Hal itu pun ditegaskan lewat UU Nomor 23 tahun 1999.

Sejak saat itu, struktur dewan moneter dihapuskan. Bank Indonesia berdiri sendiri dan bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak manapun. "Struktur dewan moneter sudah hilang, BI sudah profesional. Sejalan dengan bank dunia lainnya. Nah bank sentral harus seperti ini," kata dia.

Anthony menjelaskan kegagalan Dewan Moneter membuktikan masalah moneter sudah sepatutnya diserahkan kepada ahlinya yakni bank sentral bukan pihak lain. Sehingga jika DPR akan merevisi UU Bank Indonesia dengan membuat Dewan Moneter, sama halnya sistem moneter Indonesia mundur.

"Membentuk Dewan moneter itu kita jadi primitif lagi. Menghancurkan sistem moneter kita, kebijakan moneter dipegang bukan ahli moneter," kata dia mengakhiri.

(mdk/bim)

Baca juga:
Menilik Tugas Bank Indonesia dan OJK Sejak Didirikan Hingga Saat Ini
Kilas Balik Berdirinya OJK dan Tugasnya Sebagai Pengawas Perbankan
Sejarah BI, Berdiri untuk Gantikan Bank Sentral Belanda di Indonesia
Sri Mulyani: Revisi UU Bank Indonesia Inisiatif DPR
Pengusaha soal Pembentukan Dewan Moneter: Lebih Mendesak Masalah Pemulihan Ekonomi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami