Menguak Alasan Ekonomi Bali Bisa Tumbuh di Atas Rata-Rata

Menguak Alasan Ekonomi Bali Bisa Tumbuh di Atas Rata-Rata
UANG | 14 September 2019 18:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Bali selama ini dikenal sebagai surga dari Indonesia. Destinasi wisata yang cantik dengan fasilitas yang lengkap membuat wisatawan yang datang merasa betah, rela merogoh kocek berapapun demi bisa berlibur nyaman di Pulau Dewata ini.

Pertumbuhan ekonomi Bali tercatat mencapai 5,80 persen di semester 1-2019. Meski melambat 0,02 persen, namun angka ini lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. Tentunya, pariwisata turut berkontribusi untuk pertumbuhan ekonomi ini.

Direktur Retail Bank Mandiri, Donsuwan menyebutkan, Bali memanfaatkan destinasi wisatanya untuk bisnis turunan yang lain. Dia mencontohkan harga minuman di Bali yang jauh berbeda dari daerah lain.

"Di Jakarta kita biasa beli es kelapa Rp 10.000 dapat, di Bali? Nggak mungkin, pasti sekitaran Rp 50.000. Tapi pembelinya nggak protes, karena memang ini daerah wisata. Jadi marginnya ini luar biasa, potensi pariwisata ini memang besar," ujarnya di Bali, Kamis (12/9/).

Alasan lainnya ialah pemanfaatan lahan masyarakat adat untuk berbisnis. Contohnya, Desa Kutuh. Alih-alih mencari lahan atau membelinya, pemerintah desa mengajak masyarakatnya untuk berbisnis dan memajukan ekonomi desa.

"Wisata Paragliding milik Desa Kutuh ini tanpa modal uang. Lahan milik masyarakat adat, parasutnya juga, kita tinggal buat pelatihan dan menawarkannya ke wisatawan," ungkap Kepala Desa Adat Kutuh, I Made Wenda.

Wena menyebutkan dari 80 hektare lahan masyarakat adat, 15 hektare telah digunakan untuk aktivitas ekonomi. Keuntungan dari bisnisnya nanti akan disetor ke lembaga perkreditan desa (LPD). Dananya akan digunakan untuk membiayai kegiatan adat dan ritual keagamaan di desa.

"Per tahun saja, desa ini mengeluarkan uang Rp 3 miliar untuk ritual keagamaan. Dananya tidak minta ke pemerintah, karena memang tidak disediakan. Gimana caranya kita bisa gelar ritual keagamaan, ya, kita manfaatkan desa untuk berbisnis," ujar I Made Wena.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Ekonom: SDM Lemah, Indonesia Cuma Unggul di Market Size
Jadi Negara Besar di 2045, Ekonomi RI Harus Tumbuh Stabil 6,9 Persen
Pemerintah Janji Pangkas Perizinan Cegah Pertumbuhan Ekonomi Turun di Bawah 5 Persen
Ekonomi RI Masih Lebih Baik Dibanding Malaysia Hingga Rusia
Bank Mandiri Paparkan Dampak Buruk Perang Dagang ke Ekonomi RI
Selama Ada Gejolak Dunia, BI Pesimistis Pertumbuhan Ekonomi Bisa 6 Persen

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami