Menhub Budi Akan Revitalisasi Terminal Giwangan di Yogyakarta

UANG | 16 Juni 2019 20:14 Reporter : Purnomo Edi

Merdeka.com - Terminal Giwangan yang berada di Kota Yogyakarta akan direvitalisasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Terminal Giwangan akan menjadi satu dari lima terminal di Indonesia yang akan direvitalisasi oleh Kemenhub.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan jika revitalisasi terminal akan dilakukan demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada penumpang. Diharapkan revitalisasi terminal akan mampu mengubah wajah dan standar pelayanannya seperti bandara.

Kami ingin menjadikan terminal nanti berstandard bandara. Tidak hanya dari pelayanan dan bentuk bangunan yang ramah penumpang, tetapi juga ketersediaan stand-stand makanan yang sesuai keinginan konsumen,” ujar Budi Karya di Terminal Giwangan, Minggu (16/6).

Budi Karya merinci jika Terminal Giwangan akan menjadi target revitalisasi untuk memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Hal ini tak lepas dari Terminal Giwangan yang berada di Kota Yogyakarta yang merupakan tujuan wisata.

"Kita melihat bahwa Terminal Giwangan ini harus direvitalisasi. Agar apa? Agar orang-orang yang selama ini nggak naik bus, naik bus lagi. Nah, ini menjadi konsen kita. Oleh karenanya Yogya akan menjadi dari dari lima percontohan yang akan kita bangun tahun ini," terang Budi Karya.

Budi Karya menambahkan nantinya revitalisasi Terminal Giwangan tak hanya berupa pembangunan fisik saja. Perbaikan sumber daya manusia (SDM) pun ditargetkan akan turut diperbaiki.

"Nanti kami akan datangkan dari BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia). Orang-orang yang ada di sini (Terminal Giwangan) akan kita tatar. Kita taruh orang-orang terbaik dari Yogyakarta," tutup Budi Karya.

Baca juga:
Mulai 17 Juni 2019, Jalan Setiabudi Tengah Ditutup untuk Proyek LRT
AP II Sediakan Fasilitas Pemindahan Penerbangan di Bandara Kertajati
Waduk Muara Pertama di Indonesia Ditargetkan Beroperasi Desember 2019
DKI Siapkan Rp 75 Miliar untuk Revitalisasi Trotoar
Tembus 896 Km, Kementerian PUPR Perpanjang Jalur Pansela Jawa
Pengembangan Transportasi Publik RI Dinilai Belum Jelas

(mdk/azz)