Menhub Budi Ingin Aturan Ojek Online Untungkan Pengemudi dan Penumpang

UANG | 12 Januari 2019 15:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berharap, peraturan tentang ojek online akan menguntungkan pengemudi dan penumpang. Untuk itu, aturan tersebut dibuat dengan mempertimbangkan azas keadilan dan keselamatan berkendara.

"Kami laporkan kami akan mengatur satu aturan yang berazaskan keadilan dan mengutamakan keselamatan," kata Budi, saat menghadiri silaturahmi nasional (Silatnas) dengan keluarga besar pengemudi Online, di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (12/1),

Menurutnya, untuk mematangkan peraturan tersebut, pihaknya sedang berdiskusi dengan berbagai pihak, seperti penemudi, pemangku kepentingan dan penyedia aplikator. Dengan adanya masukan dari berbagai pihak, aturan ojek online tersebut diharapkan dapat memerikan manfaat dan rasa keadilan antara perusahaan penyedia aplikator, pengemudi taksi online dan penumpangnya.

"Diharapkan aturan ini akan ciptakan situasi dan konsidi yang win win, antar aplikator pengemudi ada penumpang," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi, mengatakan pihaknya terus mendorong penetapan regulasi untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pengemudi atau driver ojek online.

Secara target, dia mengungkapkan, regulasi ini diperkirakan bakal rampung sekitar Maret 2019 nanti. Selain itu, telah diputuskan ada empat hal yang akan diatur dalam regulasi. Di antaranya menyangkut masalah suspend, kemitraan, keselamatan, dan tarif.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jokowi Sentil Pengemudi Online yang Gunakan Ponsel Saat Berkendara
Jokowi: Saya Jengkel Kalau Ada yang Remehkan Profesi Pengemudi Online
Hadiri Silaturahmi Nasional, Pengemudi Online Ucapkan Terima Kasih ke Jokowi
Garda Indonesia Dukung Payung Hukum untuk Ojek Online
Kemenhub Beri Sinyal Tarif Batas Bawah Ojek Online Rp 2.500

(mdk/azz)