Menhub Budi Minta Erick Thohir Segera Tetapkan Plt Dirut Garuda

UANG | 5 Desember 2019 17:29 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi meminta agar Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) segera menunjuk Pelaksana Tugas Direktur Utama Garuda Indonesia. Permintaan tersebut menyusul dipecatnya Ari Ashkara atas kasus penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis.

"Tentunya (harus ada Plt) iya. Itu kewenangan dari pemegang saham," kata Menhub Budi ditemui di Kantornya, Jakarta, Kamis (4/12).

Menhub Budi mengatakan, siapapun yang bakal bakal jadi Plt sudah dalam pertimbangan pemegang saham yakni Menteri BUMN, Erick Thohir. Menurutnya, tidak ada kesulitan dalam menetapkan Plt mengingat semua direksi Garuda memiliki kinerja baik.

"Pasti Pak Erick juga menunjuk Plt nya siapa dan saya melihat bahwa direksi Garuda yang sekarang ini selain dirut memiliki kapasitas yang baik ya jadi siapapun yang ditunjuk Plt baik," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Erick Thohir Pecat Dirut Garuda Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memberhentikan Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara atas penyelundupan onderdil Harley Davidson keluaran 1970-an yang didatangkan dari Prancis. Pemecatan tersebut usai Ari Ashkara mengaku merupakan pemilik barang selundupan tersebut.

"Saya sebagai Kementerian BUMN akan memberhentikan saudara Direktur Utama Garuda Indonesia," ujar Erick di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta.

Erick mengatakan, pemecatan Ari Ashkara tidak bisa dilakukan secara langsung sebab harus melewati proses Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa. Mengingat perusahaan tersebut merupakan perusahaan milik publik.

"Untuk proses pemberhentian tidak bisa langsung hari ini, nanti ada rapat pemegang saham umum. Tapi kita langsung menunjuk pelaksana tugas," jelasnya.

Dia menambahkan, Kementerian BUMN sebenarnya menginginkan Ari Ashkara mengundurkan diri. "Saya tadi pagi mengharapkan individu yang terlibat mengundurkan diri dari pada dicopot dengan tidak hormat. Dari pada malu disorot keluarga, tetangga," jelasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Menko Luhut Dukung Putusan Erick Thohir Tertibkan Garuda Indonesia
Sri Mulyani: Negara Rugi Rp1,5 Miliar Akibat Penyelundupan Harley Davidson
Penyelundup Harley Davidson, Ari Ashkara Terancam Hukuman Perdata dan Pidana
Kronologi Dirut Garuda Indonesia Beli Harley Davidson Hingga Diselundupkan
Sri Mulyani Sebut Harga Harley Diselundupkan Garuda Indonesia Capai Rp800 Juta

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.