Menhub Budi Sebut Antrean Pesawat di Terminal 3 Soekarno Hatta Berkurang

UANG | 26 Januari 2020 17:51 Reporter : Kirom

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan terkait dengan pergerakan penumpang dan pesawat setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Runway 3, East Cross Taxiway, dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Peninjauan tersebut dilakukan Menhub melalui Gedung Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav, Bandara Soetta untuk memastikan efektivitas pergerakan pesawat setelah adanya tiga fasilitas anyar tersebut.

"Memang dengan adanya runway ini, efisiensi waktu untuk holding pesawat cukup terasa, sekitar 13 sampai 30 persen waktu taxi dari contact stand sampai take off, biasanya 25 sampai 30 menit sehingga ada efisiensi 5 menit, tentunya berpengaruh pada avtur yang digunakan," ujar Budi, Minggu (26/1).

Dari hasil peninjauan, dia menyebutkan jika seluruh fasilitas yang telah diresmikan tersebut sangat terkontrol dengan baik. Tak hanya itu, saat ini proses antrean pesawat pun menurun secara signifikan.

"Bisa kita lihat, bahwa saat ini antrean pesawat menurun signifikan yang tadinya bisa 7-10 antrean bisa menjadi 3-4 antrean saja. Semua terkontrol dengan baik, dan ini harus diapresiasi," ujarnya.

1 dari 2 halaman

OTP Meningkat

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhamad Awaluddin menambahkan, selama pengoperasian Runway 3 tersebut, on time performance atau OTP yang ada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta meningkat dari tahun 2018 lalu.

"Adanya pengoperasian runway ini, OTP kita meningkat. Di mana kita ketahui, pertama kali runway ini digunakan pada periode nataru dengan periode 20 Desember 2019 hingga 6 Januari 2020, dari. Itu kita dapat OTP kita sebesar 83 persen dengan 23 ribu pergerakan. Yang mana ini cukup meningkat dari tahun lalu 2018 ke 2019 dengan periode atau jangka hari sama hanya 79 persen," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Penurunan Harga Tiket Pesawat

Dengan adanya efisiensi waktu ini, pihaknya masih harus mengkaji hal tersebut dan membahas lebih dalam dengan pihak maskapai dan Pertamina selaku penyedia bahan bakar.

"Tidak bisa langsung begitu saja, kita harus tinjau tentunya. Tapi, untuk harga tiket ini, kalau mau murah, kita pun sudah menerapkan sejumlah formula salah satunya, dengan menyediakan harga tiket murah di waktu low season yakni, Senin sampai Kamis," ujarnya.

Dia juga tengah melakukan cara lainnya untuk bisa memberikan harga tiket yang murah atau sesuai dengan keinginan masyarakat, yakni berkoordinasi dengan Kementerian BUMN untuk adanya bundling antara maskapai dengan pihak hotel.

"Kita juga akan melakukan bundling untuk bisa membantu wisatawan jadi bisa dapat langsung paket," pungkasnya.

Baca juga:
PT PP Rampungkan Proyek Runway 3 Bandara Cengkareng Lebih Cepat dari Target
Bank Mandiri Salurkan Kredit Rp208,9 Triliun ke Sektor Infrastruktur di 2019
Jalankan Perintah Jokowi, AP II Siapkan Rp14 T Bangun Terminal 4 Bandara Cengkareng
Menhub Budi Beberkan Keuntungan Diresmikannya Runway 3 Bandara Soekarno-Hatta
Wamen PUPR Ungkap Cerita yang Buat Jokowi Terus Ingat Bangun Indonesia Timur
Warga Terdampak Pembebasan Lahan Bandara Kediri Mulai Huni Kampung Tanjung Baru

(mdk/azz)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.