Menhub Budi Sebut Jalur Puncak II Bakal Kurangi Tingkat Kemacetan 50 Persen

Menhub Budi Sebut Jalur Puncak II Bakal Kurangi Tingkat Kemacetan 50 Persen
Menhub Budi Karya Sumadi. ©2019 Merdeka.com/Rasyid Ali
UANG | 30 Desember 2019 13:19 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebut pembangunan Jalan Poros Tengah Timur (PTT), atau biasa disebut Jalur Puncak II, bisa mengurangi beban kendaraan di Jalan Raya Puncak hingga 50 persen.

Kemenhub akan berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian PUPR serta Kementerian ATR/BPN, untuk memecahkan masalah lalu lintas di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

"Saya akan laporkan ke Bappenas dan Menteri PUPR, kita akan bahas bersama," kata Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, saat meninjau persiapan malam tahun baru di Pos Polisi Gadog, Senin (30/12).

Dia mengungkapkan, untuk memecahkan persoalan di Puncak, harus dilakukan secara terintegrasi. Sebab, pada satu sisi pertumbuhan ekonomi harus diperhatikan, di sisi lain, lalu lintas juga perlu diperhatikan.

"Kita akan lakukan pembahasan secara detail, mungkin melibatkan Bappenas, Kementerian PUPR, dan ATR, bagaimana kita mempertahankan Puncak ini tidak berkembang secara berlebihan, tapi akses transportasi berjalan dengan baik," kata Menhub Budi.

Sementara Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, jika Jalan PTT telah terbangun, maka pengendara yang hendak ke Cianjur atau Bandung tidak perlu melewati Jalan Raya Puncak lagi.

"Sudah saya serahkan kajian soal pentingnya dibangun PTT, itu juga kan bagian dari penataan wilayah perbatasan. Kita harap, kajian yang kami sampaikan ini bisa dibahas oleh pemerintah pusat," kata Ade.

Baca Selanjutnya: Jalur Puncak II Dibangun 2020...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami