Menhub: Kalau bandara terdampak kabut asap lebih baik tutup saja

UANG | 29 September 2015 13:18 Reporter : Novita Intan Sari

Merdeka.com - ‚ÄéKementerian Perhubungan menyatakan telah menerbitkan rekapitulasi Notice to Airman (Notam) ke sejumlah bandara yang berada di wilayah terdampak kabut asap. Khususnya di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Langkah ini penting lantaran kabut asap memengaruhi operasional angkutan udara.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan Notam ini sudah disampaikan ke seluruh otoritas bandara. Kemudian, otoritas bandara meneruskan informasi ini ke seluruh maskapai penerbangan. Selanjutnya, maskapai mengurus ke penumpang masing-masing.

"Kalau asap paling terpengaruh di angkutan udara. Kita berikan pemberitahuan atau istilahnya Notam, bandaranya feasible tidak. Kalau memang tidak, ya ditutup saja," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (29/8).

Menurutnya, penerbitan Notam ini menyusul peristiwa kebakaran hutan yang memicu pekatnya kabut asap. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran tertundanya jadwal penerbangan moda transportasi udara.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Komunikasi Kemenhub, JA Barata menambahkan sampai saat ini belum ada bandara ditutup karena terkepung kabut asap.

"Tidak ada bandara yang ditutup. Cuma mereka memberi penjelasan berapa feasibility-nya. Notam dikeluarkan dari Kemenhub sampai dua kali sehari. Maskapai harus membacanya," ucapnya. (mdk/noe)

Baca juga:
Terhalang kabut asap tebal, pelayaran dari dan ke Batam lumpuh
DPR minta pemerintah tetapkan kebakaran lahan jadi bencana nasional
Pemerintah bakal cabut 286 izin perusahaan sebabkan kebakaran hutan
Polri sudah tetapkan 204 tersangka pembakar hutan dan lahan
Singapura gugat 5 perusahaan Indonesia sebagai pemicu bencana asap

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.