Menkes Terawan soal Serapan Anggaran Rendah: Kita Sangat Hati-Hati

Menkes Terawan soal Serapan Anggaran Rendah: Kita Sangat Hati-Hati
UANG | 15 Juli 2020 17:48 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto, angkat suara terkait rendahnya serapan anggaran di lingkungan kementeriannya dalam penanganan Covid-19. Menurutnya penyerapan anggaran di kementeriannya dilakukan sangat hati-hati dan mempertimbangkan risiko moral atau moral hazard.

"Kita juga hati-hati sekali karena kita menyangkut moral hazard kami pegang teguh karena ini kan penyerapannya berbeda," kata Menkes di Ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta, Rabu (15/7).

Dia menerangkan, sebetulnya penyerapan yang rendah tersebut mengindikasikan bahwa pasien dan korban meninggal akibat Covid-19 tidak begitu besar. Sehingga penyerapan dilakukan pihaknya pun tidak begitu optimal.

"Kalau penyerapan kurang kan berarti pasiennya sedikit santunan juga kalau penyerapan kurang berarti yang meninggal sedikit untuk tenaga kesehatan ya itu berbeda jadi kalau banyak sekali yang sakit juga banyak yang meninggal juga banyak (penyerapannya)," katanya.

Dia melanjutkan, anggaran untuk tenaga kesehatan sendiri sebetulnya terbagi menjadi dua yakni di daerah dan pusat. Di mana insentif tenaga kesehatan di Pusat sebesar Rp1,9 triliun yang diverifikasi melalui Kemenkes. Sementara untuk di daerah mencapai Rp3,7 triliun yang terverifikasi di daerah itu sendiri.

"Kami akan berusaha dan berjuang supaya penyerapan tetap bisa terserap dengan baik namun tidak ingin lepas dari akuntabilitas dan efektivitas anggaran," tandas dia.

1 dari 1 halaman

Dikritik DPR

rev1

Sebelumnya, Anggota Badan Anggaran DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Dolfie Ofp mempertanyakan kinerja Kementerian Kesehatan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19. Menurutnya, serapan anggaran yang masih minim membuat kinerja kementerian yang dipimpin Terawan Agus Putranto belum begitu optimal.

Dia menyebut, penyerapan anggaran kesehatan baru mencapai Rp4,4 triliun atau 5,1 persen dari total anggaran sebesar Rp87,5 triliun. Padahal penanganan kesehatan ini sangat penting karena dampak dari pandemi menjalar ke mana-mana.

"Kita ingin tahu kenapa dikasih anggaran Rp87,5 triliun penyerapannya hanya 5 persen atau sekitar Rp4 triliun," tanya Dolfie di ruang Rapat Banggar DPR RI, Jakarta. (mdk/idr)

Baca juga:
Serapan Anggaran Minim, Kinerja Menkes Terawan Jadi Sorotan
Banggar DPR Minta Menkes Terawan Tindak Tegas RS Nakal
3 Fakta di Balik Menkes Terawan Berkantor di Jawa Timur, Pantau Penanganan COVID-19
Menkes Ganti Istilah ODP, PDP dan OTG
Menkes Berkantor di Surabaya Pantau Penanganan Covid-19
Menkes Beri Santunan ke Tenaga Medis Jateng yang Wafat Saat Tangani Pasien Covid-19

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami