Menkeu Sri Mulyani blokir izin 9.568 perusahaan impor

UANG | 3 April 2017 15:31 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Kementerian Keuangan terus mengupayakan reformasi dalam sektor pajak dan bea cukai. Salah satu tujuannya ialah menjaga tingkat kepercayaan masyarakat dengan memperbaiki pelayanan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan, di bea cukai, pihaknya sudah memblokir izin 9.568 perusahaan yang tidak melakukan impor selama satu tahun. Selain itu, bea cukai juga telah mencabut izin 50 perusahaan penerima fasilitas gudang berikat serta 88 penerima fasilitas kawasan berikat.

"Penertiban diharapkan berdampak pada optimalisasi penerimaan, perbaikan data statistik impor (devisa), dan perbaikan dwelling time," ujarnya saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (3/4).

Bea cukai, lanjutnya, juga melakukan pemblokiran izin kepada 676 importir yang tidak menyampaikan laporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak. Selain itu, karena tidak menyampaikan SPT, bea cukai juga telah memblokir izin 30 perusahaan gudang berikat.

"Pada dasarnya kami meminta pelaku ekonomi lebih patuh sehingga mendapatkan pelayanan lebih baik," tuturnya. (mdk/sau)

Baca juga:
Sri Mulyani: Selama ini Rp 4.800 triliun tak terpantau Ditjen Pajak
Usai Tax Amnesty, Menkeu optimis bangun institusi pajak yang bersih
Setoran Tax Amnesty masih kurang Rp 24,7 T, ini penjelasan Menkeu
Sri Mulyani: Total harta Tax Amnesty Rp 130,2 triliun
Sri Mulyani: Tax Amnesty berakhir, besok era baru buat perpajakan RI
Resmi diluncurkan Sri Mulyani, ini penjelasan soal kartu Kartin1
Sri Mulyani resmikan gedung Radjiman punya Ditjen Pajak

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.