Menkeu Sri Mulyani ingatkan jika ingin kaya jangan menjadi PNS

UANG | 26 November 2016 18:21 Reporter : Syifa Hanifah

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, jika ingin menjadi kaya, jangan menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Dia menyarankan anak muda menjadi pebisnis jika ingin menjadi miliuner.

Hal ini diungkapkan Menteri Sri Mulyani menanggapi penangkapan pejabat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum lama ini. Kasubdit Bukti Permulaan Direktorat Penegak Hukum Direktorat Jenderal pajak Kementerian Keuangan dengan inisial HS ditangkap karena menerima suap dari Direktur PT EKP dengan inisial RRN.

"Dan saya mengatakan kepada pegawai Kemenkeu, kalau tujuan kaya bukan di Kemenkeu, jadi pebisnis saja di luar silakan," tuturnya di Hotel Aston, Bogor, Sabtu (26/11).

Menurutnya, pemerintah tidak menjanjikan kekayaan dengan menjadi PNS. Pemerintah akan membayar sesuai standar jabatan dan kemampuan.

"Tapi di Kemenkeu kami ingin menjamin bahwa tingkat gaji dan tunjungannya cukup. Jadi orang yang hidup menengah karena birokrat itu yang punya skill," jelasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menambahkan tertangkapnya pejabat pajak ini dikarenakan sifat ketamakan seseorang. "Gaji kalau mau di naikan 1.000 kali pun tidak akan cukup kalau dia orang yang tamak," ungkapnya.

Kuasa hukum penyuap Ditjen Pajak sebut ada beberapa pihak terlibat

Kasus suap pejabat Ditjen Pajak, KPK dalami dokumen hasil sitaan

KPK sebut perusahaan penyuap pejabat pajak bisa jadi pelaku tipikor

Presiden Jokowi soal OTT di DJP: Kalau ada lagi digebuk lagi

Kasus suap Pajak, KPK curiga komitmen fee ke Handang Soekarno besar

Sri Mulyani akui kantongi nama pegawai Kemenkeu mencurigakan

Kasus suap Ditjen Pajak, KPK dalami kemungkinan pihak lain terlibat

(mdk/bim)