Menko Airlangga: Potensi Ekonomi Dihasilkan World Superbike Capai Rp500 Miliar

Menko Airlangga: Potensi Ekonomi Dihasilkan World Superbike Capai Rp500 Miliar
Menko Airlangga. istimewa ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 15 Oktober 2021 12:45 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa potensi ekonomi yang bisa dihasilkan dari satu kali perhelatan event World Superbike adalah sebesar Rp500 miliar.

"Potensi ekonomi dari Superbike diperkirakan Rp500 miliar. Jadi multiplier effect-nya Rp500 miliar persekali event," kata Airlangga saat mengunjungi lokasi Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dikutip Jumat (15/10).

Dalam kunjungan tersebut, Airlangga sempat mencoba lintasan sirkuit yang memiliki panjang 4,3 Km dengan 17 tikungan tersebut dengan menggunakan Buggy Car. Sirkuit yang memiliki pemandangan alam perbukitan dan panorama laut biru yang spektakuler ini dibangun teknologi aspal terbaru yakni Stone Mastic Asphalt (SMA) sehingga menjadikannya sebagai salah satu sirkuit yang bisa menawarkan kecepatan 330 km per jam dengan tetap memiliki tingkat keamanan tinggi bagi pembalap.

"Sirkuitnya luar biasa, pemandangannya juga luar biasa, dan tadi juga sudah dipersiapkan manajemen trafficnya. Bapak Presiden meminta bahwa dalam balapan Superbike nanti itu ditonton oleh 25.000 penonton. Per hari ini NTB levelnya 1 (PPKM) walaupun di Mataram dan Lombok Tengah masih level 2 yang perlu digenjot adalah vaksinasi tapi Pak Kapolda dan Danrem yakin menjelang hari H sudah 70 persen dosis 1 dan 50 persen dosis 2. Penonton syaratnya sudah dua kali vaksin," jelas Airlangga.

Airlangga berharap, dengan adanya event sekelas Superbike dan nantinya Motogp bisa menjadikan Mandalika sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Tourism.

"Dengan demikian diharapkan ini bisa menjadi event for tourism dan ini menjadi proyek kedua terbesar sesudah Nusa Dua. Dan dalam beberapa dekade tidak ada Kawasan Ekonomi Khusus tourism yang terintegrasi sekomplit yang ada di Mandalika. Tentu kita berharap ini bisa menjadi alternatif tourism yang terdepan. Pelabuhannya juga sudah siap menampung 7 juta orang baik dari domestik maupun mancanegara," ujarnya.

2 dari 2 halaman

Efek Pariwisata

Sementara itu, Direktur Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer mengatakan efek pariwisata dari gelaran Superbike bisa mencapai 150 ribu penonton jika dalam kondisi normal.

"Kemudian multiplier effect turunan dari acara ini. Kami harapkan semuanya bisa membangkitkan pariwisata dan ini adalah angka yang kami dapatkan dari potensi penambahan tenaga kerja akibat event di Mandalika sekitar 7545 tenaga kerja," kata Abdulbar.

Abdulbar menambahkan, bahwa nantinya akan membuka digital market place untuk menjual merchandise resmi Superbike dan MotoGP yang semuanya berasal dari UMKM di Lombok.

"Karena pulau Lombok agak jauh dari Jakarta dan pendukung atau penggemar MotoGP ada di seluruh Indonesia, kami juga membuka digital market place untuk memesan produk-produk resmi, yang tentu saja dihasilkan 100 persen oleh lokal pak," pungkasnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Penjualan Tiket World Superbike Mandalika Dibuka 18 Oktober, Berapa Harganya?
Kunker ke NTB, Gerindra Kritik Persiapan Event Superbike di Mandalika
World Superbike Mandalika Sasar 25.000 Penonton, Vaksin Dua Dosis Jadi Syarat Utama
Kemenhub Susun Skema Kedatangan Kru & Pebalap World Superbike 2021 di Mandalika
Jelang World Superbike Mandalika, Kemenhub Bakal Tambah Kapal Penyeberangan
Bos ITDC Ungkap Ragam Kesulitan Pembangunan Sirkuit Mandalika

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami