Menko Darmin Akui Industri Asuransi Indonesia Tertinggal Se-ASEAN

UANG | 29 Maret 2019 20:54 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengakui bahwa industri asuransi Indonesia tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara dalam acara Innovation Insurance Awards 2019.

"Kalau membandingkan asuransi kita dengan negara ASEAN juga kalah, kita tidak termasuk bagus," ujar Menko Darmin dalam paparannya di UOB, Jakarta, Jumat (29/3).

Menko Darmin mengatakan, industri asuransi memang menghadapi berbagai rintangan dalam perkembangannya. Salah satunya adalah teknologi digital yang kian semakin maju dan merambah jasa asuransi.

"Sektor keuangan sebagai jasa modern tentu pertumbuhannya lumayan baik walaupun tak stabil. Waktu 2018 agak turun dibandingkan 2017. Kalah dengan jasa modern yang sekarang paling berkibar yaitu komunikasi dan informatika," jelas Menko Darmin.

Menghadapi tantangan tersebut, Menko Darmin meminta para pelaku industri asuransi melakukan inovasi dan memanfaatkan kecanggihan digitalisasi. Sehingga ke depan asuransi Indonesia semakin maju.

"Jadi bisnis asuransi adalah bisnis yang luar biasa. Dan anda yang hidup berkecimpung di dunia itu saya yakin anda harus membaca banyak, buka internet banyak sehingga anda betul-betul ikuti produk, metode, dan seterusnya," jelasnya.

Adapun industri asuransi yang hadir dalam kesempatan tersebut antara lain PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth), PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia), PT Asuransi BRI Life, dan PT AXA Financial Indonesia.

Baca juga:
Nostalgia Menko Darmin, Bicara Asuransi Setelah 14 Tahun
WowPremi Tawarkan Beragam Produk Asuransi Dalam Satu Aplikasi
Klaim Asuransi Umum Ambil Porsi Sengketa Terbanyak
AAJI Incar Kenaikan Pendapatan Premi 20 Persen di 2019
Bindcover Tawarkan Solusi dari Jelimetnya Klaim Asuransi
Pengemudi Ojek Online Kini Terlindungi BPJS dan Asuransi Swasta

(mdk/idr)