Menko Darmin Bilang Penyerangan Kilang Arab Saudi Berpotensi Ikut Ganggu Ekonomi RI

UANG | 17 September 2019 20:41 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Harga minyak melonjak di perdagangan mencapai level tertinggi sejak Mei pada pembukaan perdagangan kemarin, Senin (16/9). Hal tersebut terjadi di tengah kekhawatiran gangguan pasokan menyusul serangan terhadap kilang minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9).

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menanggapi kenaikan harga minyak dunia yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, dalam kondisi saat ini wajar jika harga minyak dunia mengalami kenaikan.

"Ya, itu masuk akal harga naik. Tapi tunggu sampai dibetulkan juga, apa ini (kilang) nya. Jangan tanya kenapa naiknya segitu," ujar Menko Darmin di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (17/9).

Mantan Direktur Jenderal Pajak tersebut menambahkan, kenaikan harga minyak memang akan berdampak pada ekonomi dalam negeri. Meski demikian, pihaknya belum menghitung seberapa besar dampaknya terhadap Indonesia.

"Itu tergantung berapa lama itu (perbaikan kilang) selesainya. Ya namanya dunia ada insiden seperti gitu ya, jangan terlalu di inilah (khawatir). Kecuali kebakaran habis, tidak bisa dibetulin lagi, baru pusing kita. Tapi itu akan ada dampaknya," jelasnya. (mdk/bim)

Baca juga:
Tuding Iran di Balik Serangan, AS Beberkan Bukti Foto Satelit di Kilang Minyak Saudi
Imbas Penyerangan Kilang Arab Saudi, RI Beli Minyak Milik Perusahaan AS
Indonesia Impor 110.000 Barel Minyak per Hari dari Kilang Terbesar Arab Saudi
Imbas Penyerangan di Arab Saudi, Pemerintah Minta Kilang RI Dipasang Anti Drone
Sri Mulyani Waspadai Pengaruh Kenaikan Minyak Dunia Terhadap Indonesia
ESDM Sebut Penyerangan Kilang Minyak Belum Berdampak ke Harga BBM RI
Sri Mulyani Waspadai Dampak Serangan Drone di Kilang Minyak Arab Saudi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.