Menko Darmin: Dampak Diskon Pajak 300 Persen Baru Terasa di 2020

UANG | 19 Juli 2019 18:16 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution menyebut bahwa dampak kebijakan Super Deductible Tax atau diskon pajak sebesar 300 persen baru bisa dirasakan pada 2020. Hingga kini, belum ada perusahaan yang mendaftarkan diri memanfaatkan insentif tersebut.

"Belum ada (industri yang apply). Kita sebenarnya mau terbitkan tahun depan, pada saat kita kembangkan vokasi secara besar-besaran," ujar Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Jumat (19/7).

Menko Darmin melanjutkan, kebijakan Super Deductible Tax belum rampung sepenuhnya. Kebijakan tersebut masih menunggu aturan tambahan untuk dapat diterapkan dan berlaku secara efektif bagi pengusaha.

"Belum selesai benar kebijakannya, terutama yang bagian lead penelitian dan pengembangan. Itu belum tuntas," jelasnya.

Mantan Gubernur Indonesia tersebut menambahkan, saat ini ekonomi dunia masih melambat dan membawa pengaruh kepada Indonesia pada berbagai sektor industri.

"Ya ekonomi dunia kalau lagi melambat, pengaruhnya ke mana-mana, kita sudah rasakan pengaruhnya, tapi kita juga tinggal bisa manfaatkannya atau tidak," tandasnya.

Baca juga:

Chairman Mitsubishi: Misi Besar Saya Turunkan BM Mobil Listrik di Indonesia

Produsen Benang Ingin Kepastian Pasar Sebelum Terapkan Insentif Potongan Pajak

Bos Pajak: 40 Persen Transaksi Digital Asia Terjadi di Indonesia

Mendorong Perkembangan Sistem Perpajakan di Era Digitalisasi

Aturan Baru: Impor Kapal, Pesawat dan Suku Cadangnya untuk Niaga Tidak Dipungut PPN

Penerimaan Pajak Diprediksi Meleset Rp140 Triliun Dari Target

Sri Mulyani Beberkan Upaya Pemerintah Tingkatkan Penerimaan Negara

(mdk/idr)