Menko Darmin: Pertumbuhan 6 persen di 2018 itu masuk akal

UANG | 8 Februari 2017 15:39 Reporter : Faiq Hidayat

Merdeka.com - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai angka 5,4 persen pada 2017. Oleh sebab itu, Menko Darmin memprediksi pertumbuhan ekonomi bisa membaik mencapai angka 6 persen di 2018.

"Tahun depan kita mau pertumbuhan bergerak ke arah 6 persen. Kita berusaha 2017 5,2-5,4 persen. Sehingga, kita bisa bergerak ke angka 6 di tahun depan, itu masuk akal," kata Menko Darmin di Kantor CSIS, Jakarta, Rabu (8/2).

Guna mewujudkannya, lanjut Menko Darmin, pemerintah akan terus memperbaiki paket kebijakan agar investor terus menanam modal di Indonesia. Capaian pertumbuhan investasi sekitar 4,48 persen pada 2016, kata dia, membantu menaikkan nilai investasi dalam negeri.

"Yang kedua, paket-paket itu terus kita lakukan dan terus kita perbaiki agar efisiensi kita membaik sehingga investor tertarik," kata dia.

Lebih jauh, kata dia, saat ini pemerintah juga sedang mencari pasar ekspor baru khususnya di Timur Tengah dan Asia. Apalagi, India bisa surplus USD 6 miliar pada 2015 lalu.

"Kita memang sudah mencoba mencari market baru. Namun kalau kita bicara market selalu saja Amerika Serikat (AS), China, Jepang. Lalu Pakistan, Iran, Timur Tengah, Nigeria mestinya menjadi market baru," tukasnya. (mdk/bim)

Baca juga:

Darmin sebut pertumbuhan ekonomi 2017 jadi tantangan pemerintah

Genjot pertumbuhan, menkeu janji tingkatkan kemudahan berusaha di RI

Menko Darmin beberkan penyebab ekonomi RI tak tumbuh tinggi di 2016

Bos BI soal ekonomi RI turun: Ada pemotongan anggaran pemerintah

Ini catatan BPS soal pertumbuhan ekonomi RI di Triwulan IV-2016

Industri pengolahan jadi sumber terbesar pertumbuhan ekonomi

BPS catat Pulau Jawa jadi penyumbang PDB tertinggi di Indonesia

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.