Menko Darmin Soal Bea Masuk Pangan Impor: Itu Baru Diskusi Saja

UANG | 3 September 2019 18:22 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Pemerintah membuka peluang menaikkan tarif bea masuk atas barang impor terhadap produk holtikultura, hewan beserta turunannya. Kenaikan tarif bea masuk ini bertujuan untuk melindungi para petani dalam negeri atas produk-produk impor.

Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution, menjelaskan rencana kenaikan bea masuk impor ini sebagai respon pemerintah atas gugatan Amerika Serikat (AS) dan Selandia Baru di WTO. Di mana, Indonesia dianggap menerapkan hambatan impor (restriktif) untuk produk hortikultura, hewan dan produk hewan di periode tertentu.

"Itu kan baru diskusi aja. Kita itu kan Amerika dan New Zealand itu tidak terima pada kebijakan kita dengan ayam dan segala macam, itu karena kita main aturan non tariff barrier. Kalau mau ya pakai tarif saja. Tapi itu baru diusulkan dan diingatkan," kata Menko Darmin di Kantornya, Jakarta, Selasa (3/9).

Menko Darmin mengatakan pengenaan tarif bea masuk tersebut menjadi hal lumrah di dalam sektor perdagangan internasional. Oleh karena itu, untuk melindungi produk holtikultura dalam negeri pemerintah akan berencana memberikan tarif bea masuk.

"Orang pasti mengerti kita lagi main curang. Nah supaya tidak ada alasan, kalau masih mau melindungi, pakai tarif dong," kata dia.

"Tarif itu kan lebih transparan. Itu rumusnya, secara hukum internasional. Jangan kemudian tanya berapa tarifnya karena belum disiapkan, belum menghitung," tandasnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan rencana kenaikan ini merupakan instruksi dari Kementerian Koordinator Perekonomian. Di mana, pada prinsipnya pemerintah menginginkan agar produksi dalam negeri berkualitas dan tidak tergantung pada impor.

"Tadi ada saran saran dari Pak Menko (Darmin Nasution). Tapi nanti yang menjelaskan baiknya Pak Menko saja," kata dia.

Menerima permintaan tersebut, pihaknya pun akan mengkaji rencana kenaikan tarif bea masuk tersebut. Sebab, dalam perbincangan belum merumuskan berapa besaran tarif yang akan ditetapkan nantinya. "Nanti kita perhatikan terkait tarifnya atau bea masuk. Kita akan diskusikan lagi di internal," imbuh dia. (mdk/bim)

Baca juga:
Pemerintah Berencana Naikkan Tarif Bea Masuk Produk Pangan Impor
RI Layangkan Nota Keberatan ke WTO Soal Pengenaan Bea Masuk Biodiesel
Pemerintah Yakin Menangkan Sengketa Bea Masuk Biodiesel Eropa
Mengupas Pengenaan Bea Masuk Biodiesel oleh Uni Eropa dan Strategi Pemerintah
Kemendag Tuding Uni Eropa 'Gempur' Indonesia dengan Pengenaan Bea Masuk Biodiesel
Pemerintah Protes Rencana Pengenaan Bea Masuk Biodiesel ke Uni Eropa
Target Ekspor 7 Juta Ton CPO, GAPKI Minta Pemerintah Nego Bea Masuk dengan India

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.